Banjir Wonorejo, Kades: Selain Curah Hujan Tinggi Kerja Sipon Kurang Maksimal
Banjir Wonorejo Demak yang tak kunjung surut-Nungki Disway-
DEMAK, diswayjateng.com - Banjir yang tak kunjung henti melanda Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten DEMAK. Di mana menurut Kades Wonorejo, Ahmad Rozikin, Banjir yang melanda di wilayahnya selain disebabkan oleh curah hujan tinggi juga kinerja sipon yang kurang optimal.
Ia menyebut bahwa aliran air di sepanjang sungai wilayah itu tidak bisa mengalir dan tersendat karena sipon yang ada di wilayah Kecamatan Gajah tidak berfungsi maksimal, sehingga air limpas ke jalan dan permukiman warga.
“Penyebabnya akibat curah hujan tinggi, sipon kurang lancar, baik yang berada di wilayah Gajah maupun sipon yang mengarah ke Kedungwaru Kidul atau Kali Kenceng,” ucapnya, Rabu (14/1).
"Banjir sendiri mulai terjadi sejak Jumat lalu (9/1) di mana terjadi di Dukuh Kedung Banteng dan Desa Wonorejo , menggenangi hampir seluruh wilayah Desa Wonorejo, termasuk di Dukuh Kedung Banteng. Semua warga terdampak, ada sekitar 1923 KK disini terdampak. Ketinggian genangan bervariasi, kalau di dalam rumah 10-30 cm,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah desa telah berupaya melakukan penanganan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.
Rozikin menyebut pihaknya telah meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak serta pemerintah provinsi.
“Alhamdulillah ini sudah diterjunkan pompa air dan sudah berjalan sekitar tiga hari ini,” katanya.
Sementara untuk di wilayah Dukuh Kedung Banteng, genangan banjir terus bertambah seiring dengan tingginya intensitas hujan diwilayah tersebut. Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian genangan banjir di titik terdalam mencapai 70 cm.
"Meski hampir seluruh warga terdampak, kata dia, namun hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi. Ada beberapa warga yang mengungsi secara mandiri ke rumah saudara yang tempatnya lebih tinggi, tapi sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing,” ucapnya
sementara itu Mashudi, warga Dukuh Kedung Banteng, mengatakan bahwa banjir terus bertambah karena hujan terus mengguyur wilayah tersebut tanpa henti.
“Terus bertambah banjir ini selain disebabkan oleh tingginya curah hujan juga kurang maksimalnya sipon yang ada di wilayah Kecamatan Gajah," ucapnya.
“Air dari sungai depan itu kalau hujan airnya mengalir ke timur, harusnya mengalir ke barat. Kalau menurut saya itu karena sipon di Gajah kurang optimal. Harus dibenahi itu siponnya,” lanjutnya.
Terkait hal tersebut, warga setempat dan pemerintah desa berharap penanganan pompanisasi dan perbaikan sistem aliran air dapat segera dilakukan untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut.
Di mana hal tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

