Betonisasi Jalan Majapahit Bikin Tiga Halte Trans Semarang Tak Sejajar Bus, Ini Solusi BLU
Penumpang naik BRT Trans Semarang di Jalan Majapahit, Kota Semarang. Sebanyak 3 halte BRT tertimbun beton cor.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com – Proyek betonisasi Jalan Brigjen Sudiarto atau Jalan Majapahit, Kota Semarang, berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi publik. Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang mencatat tiga halte bus mengalami dampak langsung akibat pengecoran jalan tersebut.
Kepala BLU Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengatakan hasil pendataan internal menunjukkan satu halte portable dan dua halte permanen terdampak setelah proyek betonisasi rampung.
“Setelah kegiatan selesai, kami langsung melakukan pendataan. Hasilnya ada tiga titik halte yang terdampak, terdiri dari satu halte portable dan dua halte permanen,” kata Haris, Selasa, 13 Januari 2026
Tiga halte yang dimaksud berada di Halte Puncak Gading arah ke kota, Halte Manunggal Jati arah ke kota, serta Halte Zebra arah ke kota. Dampak yang terjadi menyebabkan ketinggian halte tidak lagi sesuai dengan standar operasional Trans Semarang.
BACA JUGA:Betonisasi Jalan Majapahit Semarang Disorot DPRD, Sejumlah Halte Trans Semarang Terendam
BACA JUGA:Pria Diduga Sengaja Menabrakkan Diri ke Feeder Trans Semarang di Kaligawe, Terekam CCTV
Sebagai langkah penanganan, BLU Trans Semarang memastikan akan melakukan renovasi dengan metode peninggian halte agar kembali sejajar dengan lantai bus dan aman digunakan penumpang.
“Upayanya nanti akan kita lakukan peninggian. Halte akan kita renovasi supaya ketinggiannya kembali seperti semula,” jelasnya.
Sambil menunggu proses renovasi, Trans Semarang menerapkan langkah mitigasi sementara dengan mengalihkan aktivitas naik dan turun penumpang melalui pintu depan bus.
“Untuk sementara, penumpang kita arahkan naik dan turun melalui pintu depan,” ujarnya.
Haris mengungkapkan bahwa sebelum proyek pengecoran jalan dilaksanakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, tetap ditemukan dampak yang tidak terduga.
BACA JUGA:DPRD Soroti Banyak Keluhan BRT Trans Semarang, BLU Janji Benahi Layanan dan Disiplin Sopir
BACA JUGA:Perintahkan Modernisasi Armada Trans Semarang, Wali Kota Semarang: Keselamatan Tak Bisa Ditawar!
“Sebelumnya memang sudah ada komunikasi. Tapi saat pelaksanaan, kami juga kaget karena bahkan halte portable ikut terkena cor. Itu hasil temuan tim internal kami,” ungkap Haris.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: