Kabupaten Batang Tak Lagi UHC, Bagaimana Nasib Layanan Kesehatan Gratis?
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi-Disway Jateng/Bakti Buwono -
BATANG, diswayjateng.com - Pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung terhadap layanan jaminan kesehatan di Kabupaten Batang. Pada tahun 2026, Pemkab Batang tidak lagi memperoleh status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas atau Cakupan Kesehatan Semesta Prioritas.
Hilangnya status UHC tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan penonaktifan sementara kepesertaan Penerima Bantuan Iuran yang bersumber dari APBD. Total ada sekitar 130 ribu warga Batang yang dicoret dari PBI
Akibatnya, layanan kesehatan gratis kini hanya benar-benar diprioritaskan bagi masyarakat yang tergolong rentan miskin dan miskin ekstrem.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, membenarkan adanya perubahan signifikan dalam skema pembiayaan jaminan kesehatan tahun ini.
BACA JUGA: Lima Kursi Eselon II Kosong, BKPSDM Batang Siapkan Seleksi Terbuka hingga Sistem Baru
BACA JUGA: Ketua Golkar Batang: Pilkada Tidak Langsung Sesuai UUD 1945
Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Pemkab Batang masih memperoleh UHC Prioritas dengan cakupan 193 ribu jiwa.
Untuk mendukung status tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp60,1 miliar.
Namun kondisi fiskal berubah pada tahun 2026 seiring berkurangnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Untuk memenuhi UHC Prioritas sebenarnya kami membutuhkan anggaran sekitar Rp83 miliar,” ujar Ida Susilaksmi saat dikonfirmasi, Kamis 8 Januari 2026.
Ia menyebutkan bahwa anggaran yang tersedia pada APBD 2026 hanya sebesar Rp48 miliar.
BACA JUGA: KONI Batang Resmi Dilantik, Target 10 Besar Porprov Jateng 2026 Digaspol
BACA JUGA: Dana PMI Batang Capai Rp1,7 Miliar, Bupati Faiz Sindir Instansi yang Tak Target
Dengan keterbatasan tersebut, jumlah Penerima Bantuan Iuran APBD terpaksa dikurangi menjadi 60.850 jiwa.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

