Dugaan Pungli Penyaluran Becak Listrik di Grobogan, Ini Hasil Klarifikasi Wabup Sugeng
KLARIFIKASI: Wakil Bupati (Wabup) Grobogan Sugeng Prasetyo saat melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di wilayah setempat, Selasa pagi (30/12/2025).--
GROBOGAN, diswayjateng.com - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten GROBOGAN, Sugeng Prasetyo, mengklarifikasi informasi terkait dugaan adanya pungutan liar (pungli) dalam penyaluran becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di wilayah setempat.
"Saya tegaskan bahwa tidak ada sama sekali namanya pungutan liar di dalam penyaluran becak listrik di Grobogan," tegasnya kepada sejumlah wartawan, Selasa pagi (30/12/2025).
Wabup Sugeng, selaku penanggung jawab atas penyaluran becak listrik di Grobogan ini mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan berita mengenai dugaan pungli kepada penerima becak listrik di Kabupaten Grobogan, Senin malam (29/12/2025).
"Baru tadi malam, sekitar jam delapan, saya dapat terusan berita mengenai dugaan pungli tersebut. Hari ini juga, karena yang berkepentingan sehingga saya harus klarifikasi. Saya hadirkan dan kumpulkan seluruh pihak terkait, saya tanya satu per satu," jelasnya.
Wabup Sugeng pun meminta kepada seluruh pihak terkait menyampaikan informasi sesuai dengan kenyataan di lapangan dalam pertemuan klarifikasi yang digelar di kantornya bersama sejumlah wartawan.
"Saya pun bersikap senetral mungkin, kalau memang ada (pungli) sampaikan ada. Kalau tidak ada, sampaikan tidak ada. Tapi tadi ada satu penerima yang bilang, karena khawatir yang lainnya iri (belum dapat becak listrik), akhirnya bercanda kalau becak listrik itu bayar. Itu mungkin yang jadi sedikit pemicu," bebernya.
Kendati demikian, Wabup Sugeng yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Grobogan menduga, bukan candaan dari salah satu penerima becak listrik tersebut yang lantas menjadi pemicu munculnya informasi tentang pungli dalam penyaluran, melainkan adanya sentimen tersendiri dari pihak-pihak yang tidak menyukai program bantuan becak listrik tersebut.
"Sekali lagi, berita itu harus clear dan saya tegaskan tidak ada pungli sesuai dengan jawaban semua pihak terkait. Mereka bilang tak ada pungli sepeser pun. Bahkan tadi, salah satu penerima becak listrik ingin menyembelih ayam untuk diberikan kepada tim penyalur di lapangan tapi ditolak tim," imbuhnya.
Wabup Sugeng menambahkan, bahwa sejak awal ia menegaskan tidak boleh ada pungli di dalam penyaluran becak listrik itu. Sebab, semuanya diberikan secara gratis menggunakan anggaran pribadi Presiden Prabowo Subianto.
Pantauan Disway Jateng yang turut menghadiri pertemuan klarifikasik itu, memang ada salah seorang penerima yang menyampaikan jika becak listrik tersebut bayar dengan tujuan supaya warga lain yang belum mendapatkan bantuan serupa tidak merasa iri.
"Mohon maaf sebelumnya, kemarin itu ada yang tanya, saya sampaikan kalau becak listrik itu berbayar agar lainnya yang belum mendapat tidak merasa iri. Seperti itu boleh atau tidak?" tanyanya kepada Wabup Sugeng.
Wabup Sugeng pun menegaskan tidak boleh, sekalipun jawaban tersebut hanya untuk bercanda dengan tujuan supaya tidak menimbulkan rasa iri dari tukang becak lain yang belum dapat bantuan serupa.
"Kalau ada yang tanya, harus dijawab becak ini gratis. Tidak ada pungutan sepeser pun. Kalau ada informasi yang keliru, nanti saya yang kena. Selain itu, program ini nanti berlanjut. Kalau awal ada masalah, maka tahap berikutnya di Grobogan tidak akan dapat becak listrik lagi. Kasihan lainnya yang sudah antri," imbaunya berpesan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: