Wali Kota Semarang Berduka atas Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, 16 Penumpang Tewas

Wali Kota Semarang Berduka atas Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak, 16 Penumpang Tewas

Wali Kota Semaeang, Agustina Wilujeng Pramestuti sampaikan ucapan bela sungkawa terkait musibah kecelakaan maut di tol Krapyak.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

SEMARANG, Diswayjateng.com — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan bus PO Cahaya Trans berwarna kuning yang terjadi di ruas Tol Krapyak, Kota Semarang. Peristiwa tragis tersebut menewaskan 16 penumpang. 

Agustina mengatakan, Pemerintah Kota Semarang turut mengambil langkah cepat dengan mengerahkan sejumlah ambulans untuk membantu proses evakuasi dan pengantaran jenazah korban ke daerah asal masing-masing. 

“Kami ikut prihatin dan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada para penumpang yang meninggal dunia. Sesuai koordinasi dengan pihak terkait dan Polda, ambulans dari Pemerintah Kota Semarang diminta untuk membantu mengantar jenazah ke rumah duka,” ujar Agustina kepada Diswayjateng.id, Selasa, 24 Desember 2025. 

Ia menjelaskan, setelah seluruh proses pengantaran jenazah selesai dilakukan, armada ambulans Pemkot Semarang telah kembali ke rumah sakit. 

BACA JUGA:Mimpi Wisuda Pupus di Tol Krapyak, Pasangan Tunangan Korban Kecelakaan Bus Cahaya Trans

BACA JUGA:Ahli Transportasi Ungkap Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus Tol Krapyak Semarang, Soroti Sopir Cadangan

“Sekarang ambulans-ambulans tersebut sudah kembali ke rumah sakit,” imbuhnya. 

Selain menyampaikan duka cita, Wali Kota Semarang juga menaruh perhatian terhadap aspek keselamatan jalan. Saat meninjau Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Gerbang Tol Kalikangkung, Agustina sempat mempertanyakan kondisi ruas Tol Krapyak yang menjadi lokasi terjadinya kecelakaan maut tersebut. 

Menurutnya, evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur jalan tol perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama pada masa libur panjang yang diiringi dengan tingginya volume kendaraan. 

"Semoga tidak terjadi lagi," ujarnya Direktur Utama PT Jasa Marga Semarang–Batang, Nasrullah usai melihat kondisi jalan melalui layar CCTV. 

Pemerintah Kota Semarang, kata Agustina, akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait guna memastikan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas selama periode Nataru. 

BACA JUGA:Korsleting Listrik Hanguskan Dua Usaha di Dempet, Kerugian Tembus Rp1,4 Miliar

BACA JUGA:Tinjau Korban Laka Bus di Tol Krapyak, Kapolda Jateng Imbau Pengendara Manfaatkan Rest Area

Sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus antarkota di simpang susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, bertambah menjadi 16 orang. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin, 22 Desember 2025 sekitar pukul 00.30 WIB. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait