Semarang Raih Predikat Kota Sehat Wiwerda 2025, Pemkot Perkuat Komitmen Pembangunan Berbasis Kesehatan
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menerima penghargaan di bidang Kesehatan.-Dok. Pemkot Semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, diawayjateng.id – Setelah menerima Harmony Award dari Kementerian Agama, di hari yang sama ibu kota Jawa Tengah itu juga berhasil meraih Penghargaan Kota Sehat Kategori Wiwerda dalam Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025.
Penganugerahan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam, yang hadir mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melalui siaran resmi YouTube Kementerian Kesehatan RI pada Jumat 28 November 2025.
Wali Kota Agustina menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam membangun lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.
“Kami sangat bersyukur atas capaian Swasti Saba Wiwerda. Ini menjadi bukti bahwa upaya kolektif yang selama ini dilakukan telah memberikan hasil nyata dan mendapat pengakuan nasional. Semarang akan terus bergerak bersama untuk menciptakan kota yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Proses Penilaian yang Ketat
Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan Kabupaten/Kota Sehat sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang mampu mewujudkan wilayah bersih, aman, dan sehat melalui program lintas sektor berbasis masyarakat.
Tahun 2025 menjadi tahun yang kompetitif bagi Kota Semarang. Untuk bisa masuk dalam deretan 42 kabupaten/kota penerima Swasti Saba Wiwerda, Semarang melalui berbagai rangkaian seleksi.
Setelah dinyatakan lolos administrasi, Wali Kota Agustina bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang menjalani proses verifikasi dan validasi dokumen pada 19 Agustus.
Pemerintah menunjukkan konsistensi kebijakan, dukungan lintas sektor, serta capaian implementasi sembilan tatanan Kota Sehat.
Tahap berikutnya adalah verifikasi lapangan pada 23–24 September di 15 lokus Kota Sehat, yang menampilkan beragam program, seperti:
Daycare Rumah Pelita & Rumah Sigap (tatanan masyarakat sehat mandiri) Kelurahan Tangguh Bencana Gajahmungkur & EWS BKT Timur (kesiapsiagaan bencana)
SMPN 39 & Universitas Negeri Semarang (tatanan pendidikan)
Taman Indonesia Kaya, Pamsimas Kedungmundu, Bank Sampah Resik Sejahtera, Rumah Gizi Mini Pakuwon, Terminal Gunungpati, RS Stemcell, Kampung Jawi, PT Mas Silueta Indonesia, hingga Pasar Modern BSB.
Bukti Keseriusan Semarang Bangun Kota Sehat
Capaian Kota Sehat ini menunjukkan bahwa Semarang berhasil menghadirkan pembangunan perkotaan yang berorientasi pada kesehatan masyarakat, mulai dari permukiman, transportasi, tempat kerja, hingga ruang publik dan partisipasi warga.
Wali Kota Agustina menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

