Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Bumijawa Kabupaten Tegal
ASESMEN - Petugas PMI Kabupaten Tegal saat melakukan asesment rumah ambruk akibat angin kencang di wilayah Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.Foto: Yeri Noveli/diswayjateng.id--
SLAWI, diswayjateng.id – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Tegal. Hujan deras disertai angin kencang menghantam sejumlah desa di Kecamatan Bumijawa. Dalam hitungan menit, puluhan rumah porak-poranda. Atap beterbangan, tembok ambruk, hingga membuat beberapa keluarga harus mengungsi demi keselamatan.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo mengungkapkan, sejak pukul 13.00 WIB wilayah Bumijawa diguyur hujan lebat yang disertai hembusan angin cukup kuat. Puncaknya sekitar pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB, beberapa rumah warga rusak parah di Desa Sigedong, Bumijawa, dan Muncanglarang. “Petugas kami langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan," ujarnya.
Di Desa Sigedong, dua rumah mengalami kerusakan cukup berat. Rumah milik Alimudin, 25, nyaris rata di bagian atap akibat terbawa angin. Ia bersama keluarganya kini terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Total kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.
Sementara rumah milik Fathul Muin, 30, mengalami rusak sedang setelah bagian dapur ambruk total dan menimpa tiga unit sepeda motor serta peralatan dapur, dengan kerugian mencapai Rp30 juta.
BACA JUGA:PMI Kabupaten Tegal Bantu Warga Bulakwaru yang Rumahnya Terbakar
BACA JUGA:Dinkes dan PMI Kabupaten Tegal Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Warga
Selain itu, empat rumah warga lainnya milik Sri, Supendi, Agus, dan Ritno mengalami rusak ringan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Di Dukuh Aren, Desa Bumijawa, enam rumah juga dilaporkan rusak. Rumah milik Husnul Khotimah, 40, mengalami kerusakan pada tembok berukuran 5x4 meter yang ambruk, dengan kerugian sekitar Rp10 juta.
Sementara rumah Didik Handoko, 55, Kaisah, 60, Sori, 70, Suwanto, 60 dan Abdul Toha, 55 mengalami rusak ringan pada bagian atap.
Masih di wilayah Bumijawa, Dukuh Bawangan RT 02 RW 08 juga diterjang angin kencang. Rumah milik Wahudi, 50 rusak berat setelah atapnya terangkat dan terbalik oleh tiupan angin. Akibat kejadian itu, dua keluarga terpaksa mengungsi. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp35 juta.
BACA JUGA:PMI Kabupaten Tegal Salurkan 236.000 Liter Air Bersih
BACA JUGA:Target Bulan Dana PMI Kabupaten Tegal Tahun 2025 Naik
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Muncanglarang. Hembusan angin yang datang tiba-tiba membuat atap rumah warga beterbangan. Sedikitnya delapan rumah dilaporkan rusak ringan.
Kerusakan menimpa rumah milik Karso, 43, Sahudin, 40, Junedi, Nurkholis, Ihwan, Abdul Hopur, Weni, 80, dan M Slamet, 43. Sebagian besar kehilangan puluhan lembar asbes dan seng.
Begitu menerima laporan, PMI Kabupaten Tegal bersama BPBD, polsek, koramil, forkopimcam, Tagana, KSB, Banser dan unsur relawan lainnya langsung menuju lokasi. Petugas melakukan asesmen, pencatatan data, dan membantu warga membersihkan puing-puing bangunan.
“Meski tidak ada korban jiwa, namun dampak kerusakan cukup luas. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah desa untuk penanganan lanjutan, termasuk bantuan sementara bagi warga terdampak,” kata Iman Sisworo.
Hingga malam hari, warga masih berjibaku mengevakuasi barang-barang yang tersisa. Hembusan angin masih terasa di beberapa titik, sementara langit Bumijawa tampak gelap diselimuti awan tebal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
