35 Kader Kesehatan Debong Kulon Kota Tegal Dilatih Cegah Ginjal Akibat Hipertensi

35 Kader Kesehatan Debong Kulon Kota Tegal Dilatih Cegah Ginjal Akibat Hipertensi

USAI PELATIHAN-Lurah Debong Kulon Zainal Arifin, Dosen Prodi Keperawatan Tegal bersama kader usai pelatihan di di Pendopo Kantor Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan.Foto: Meiwan Dani R/diswayjateng.id ‎--

TEGAL, diswayjateng.id - Sebanyak 35 kader kesehatan diberi pelatihan untuk mencegah ginjal akibat hipertensi di Pendopo Kantor Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan.

Pelatihan tersebut diberikan Dosen Prodi Keperawatan Tegal, Poltekkes Kemenkes Semarang yang berkolaborasi dengan Kelurahan Debong Kulon untuk sukses dalam menggelar pengabdian masyarakat. Kegiatan itu bertajuk “Edukasi Pencegahan Penyakit Ginjal sebagai Komplikasi Hipertensi”  untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan setempat.

‎Kader yang selama ini aktif mendampingi penderita hipertensi di Posbindu PTM Hipertensi merasa masih perlu pendalaman pengetahuan tentang komplikasi penyakit ginjal.

‎“Pelatihan itu sangat tepat sasaran mengingat kader adalah ujung tombak kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan,” ujarnya Lurah Debong Kulon Zainal Arifin.

BACA JUGA:Rawan Hipertensi dan Diabetes, 37 Personel Polsek Kudus Kota Jalani Screnning Kesehatan

BACA JUGA:Ternyata Manfaat Puasa untuk Penderita Hipertensi Terbukti Ampuh, Berikut 3 Tips Sehat saat Berpuasa

‎Tim pengabdian yang terdiri dari Sadar Prihandana, Gayuh Siska Laksananno, Trimar Handayani, M.Biomed serta sejumlah mahasiswa, memberikan pembekalan komprehensif.

Kegiatan diawali dengan sesi berbagi pengalaman antar kader, kemudian dilanjutkan penguatan materi. Materi mencakup strategi mengontrol hipertensi dengan program CERDIK (Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres) dan penerapan CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) untuk pemantauan mandiri, serta pengenalan penyakit ginjal Tidak hanya teori, kader juga dibagi ke dalam kelompok kecil untuk merancang strategi pendampingan penderita hipertensi yang akan diimplementasikan selama satu bulan.

‎Dalam evaluasi sebulan kemudian, terlihat peningkatan signifikan. Banyak kader merasa lebih percaya diri dalam memberikan pendampingan, telah mempraktikkan CERAMAH, dan bahkan menerapkan langkah pencegahan komplikasi hipertensi untuk diri dan keluarga mereka sendiri.

‎“Kader merasa sangat terbantu, selain pengetahuannya bertambah, kegiatan itu juga memperkuat ikatan antar sesama kader,” ujar perwakilan kader.

‎Sebagai panduan, para kader juga dibekali dengan booklet digital untuk memudahkan mereka dalam menjalankan tugasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait