Kolaborasi Menjaga Kesehatan Generasi Bangsa
Upload By:
Achmad Fazeri|
Jumat / 10-07-2026,19:30 WIB
Tak sekadar menghadirkan pendidikan yang adekuat bagi anak-anak keluarga pra sejahtera melalui program Sekolah Rakyat, tetapi pemerintahan juga terus komitmen memastikan hingga menjaga mereka supaya senantiasa tetap sehat. Salah satunya melalui Skrining Riwayat Kesehatan yang mana BPJS Kesehatan sebagai stakeholder pelaksana utama.(Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Di aula Sentra Margo Laras Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebanyak 98 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 12, antusiasme mendengarkan pemaparan mengenai Skrining Riwayat Kesehatan dari petugas bagian Penjaminan Manfaat BPJS Kesehatan setempat, Rabu (10/6/2026). Mata mereka fokus memandang layar proyektor, sesekali berpaling ke buku tulis, lalu jari-jemarinya mencatat materi. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Tak sekadar memperoleh teori, mereka juga dipandu langsung petugas untuk mengisi Skrining Riwayat Kesehatan melalui website resmi BPJS Kesehatan. Skrining hanya dilakukan minimal sekali setahun dan dapat diikuti oleh seluruh peserta JKN, khususnya yang berumur kurang dari 15 tahun. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Dalam skrining, murid-murid diarahkan untuk menjawab sejumlah pertanyaan mengenai gaya hidup, riwayat penyakit diri sendiri, maupun riwayat kesehatan keluarga. Prosesnya singkat, berkisar antara 5 - 10 menit. Selain di website, pengisian juga bisa dilakukan dengan handphone lewat aplikasi Mobile JKN dan layanan pesan Pandawa. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Selain sosialisasi hingga mendampingi murid mengisi skrining sebagai upaya promotif preventif, juga dilakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berkolaborasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Margorejo, melalui pemeriksaan tensi untuk mendeteksi tekanan darah tinggi (hipertensi) sedini mungkin, memantau kesehatan jantung, maupun mencegah risiko komplikasi berbahaya seperti stroke, serangan jantung, serta gagal ginjal. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Dalam CKG, petugas juga melakukan pengukuran tinggi serta berat badan murid guna menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), sekaligus berfungsi untuk mengetahui status gizi, apakah sudah ideal, kurang, atau berlebih (obesitas). Keduanya berkaitan erat dengan risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, serta jantung. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
Begitu antusiasmenya, sejumlah murid menjadi tutor sebaya: turut mengajari teman lainnya mengisi Skrining Riwayat Kesehatan. BPJS Kesehatan mencatat, hingga pertengahan Mei 2026 lalu, ada sebanyak 10,4 juta peserta JKN sudah melakukan skrining, dimana sebanyak 4.967.525 orang atau mencakup 49,46 persen punya risiko penyakit. (Achmad Fazeri/Disway Jateng)
- Share:




