Santri Pemalang: Santri Harus Berjuang dan Tegakkan Syiar Islam di Masyarakat

Santri Pemalang: Santri Harus Berjuang dan Tegakkan Syiar Islam di Masyarakat

SEMANGAT - Bupati Pemalang Anom Widiyantoro foto bersama menunjukkan penuh semangat bersama santri.Foto: Agus Pratikno/diswayjateng.id ‎--

PEMALANG, diswayjateng.id - Santri di seluruh wilayah Kabupaten Pemalang agar berjuang dan menegakkan syiar Islam dengan menebarkan hal kebaikan di masyarakat yang ada di sekitar. Hal itu disampaikan

‎Bupati Pemalang Anom Widiyantoro saat membuka Lomba Hadroh, Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) dan Muhadharoh dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) Ke-10 Tahun 2025 di Pendapa Kabupaten Pemalang.

‎Bupati Anom dalam kesempatan itu selain mengajak kepada semua santri agar  berjuang dan menegakkan syiar islam dengan menebarkan semua hal kebaikan di masyarakat, juga untuk tetap

‎menjaga suasana yang penuh makna dalam peringatan Hari Santri Nasional. Karena sebagai bentuk pengakuan negara atau pemerintah terhadap jasa besar para santri dan ulama baik dalam perjuangan maupun dalam melakukan aktivitas pembinaan kepada umat.

BACA JUGA:Kenalkan Aplikasi Salativerse, 4 Santri SMP Ruq Al Falah Salatiga Raih Gold Medal di Malaysia

BACA JUGA:Melalui Program Pesantren Obah, Santri Jateng Bisa Kuliah ke Luar Negeri

‎"Ini merupakan bagian cara kita mengisi pembangunan dan juga menghormati jasa-jasa para santri dan ulama,"katanya.

‎Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sebuah seremoni tapi sebuah bentuk penghargaan kepada para sesepuh dan pengambil kebijakan-kebijakan yang telah mendahului di bidang pembinaan masyarakat, khususnya di bidang keagamaan.

‎"Ini merupakan sebuah perjalanan bangsa yang tidak bisa ditinggalkan dan bentuk dari bersatunya antara pemerintah bersama para ulama dalam membangun masyarakat kedepan,"ujar Anom.

‎Anom berpesan agar semangat bersilaturahmi, persaudaraan dan niat bersama-sama untuk menjaga ukhuwah beribadah menjadikan sebagai ladang dakwah dan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.

BACA JUGA:Pondok Tahfidh Yanbu'ul Quran Salatiga Diresmikan, Yuliyanto: Santri Terlahir Smart Quranic Global Education

BACA JUGA:Pengasuh Ponpes Cabuli Santri di Salatiga, Pelaku Juga Beraksi di Ponorogo, Pacitan Hingga Kediri

‎Kabag Kesra Kholimin sebelumnya dalam laporannya menjelaskan bahwa maksud dan tujuan kegiatan Muhadharah MQK dan Hadroh Hari Santri sebagai ajang lomba musabaqoh. Selain itu untuk meningkatkan kemampuan santri pondok pesantren dalam bidang muhadharoh, membaca, memahami dan mengungkapkan kitab kuning secara komprehensif serta melestarikan seni dan budaya islam.

‎Kegiatan Muhadharah MQK dan Hadroh ini pesertanya ada sebanyak 375 orang yang terbagi dalam 5 kategori. Masing-masing untuk lomba hadroh di Pendopo Kabupaten Pemalang, muhadharoh putra di Aula BKD Pemalang, muhadharoh putri di Gedung Sasana Bakti Praja Pemalang, MQK putra di Mushola Pemkab Pemalang dan MQK putri di ruang rapat Setda Kabupaten Pemalang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: