Bankeu Rp400 Juta Desa Kertayasa Kabupaten Tegal Raib

Bankeu Rp400 Juta Desa Kertayasa Kabupaten Tegal Raib

WAWANCARA - Kades Kertayasa Purwoko Hendro Winarno saat diwawancara wartawan, di balai desa setempat.Foto:Yeri Noveli/diswayjateng.id ‎--

SLAWI, diswayjateng.id – Bantuan keuangan (Bankeu) senilai Rp400 juta yang seharusnya diterima oleh Pemerintah Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat dari APBD II Kabupaten Tegal tahun 2025 mendadak hilang tanpa kejelasan alias raib. Padahal, bankeu tersebut sudah ditetapkan dalam SK Bupati dan masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Pemkab Tegal.

‎Kepala Desa Kertayasa Purwoko Hendro Winarno mengungkapkan, total bantuan keuangan yang dialokasikan untuk desanya terdiri dari tiga kegiatan fisik, yakni Rp200 juta untuk pengaspalan jalan di RT 07 RW 03, Rp100 juta untuk pembangunan talut TPU Gading RT 05 RW 03 dan Rp100 juta untuk pembangunan talut di TPU Kembar RT 03 RW 02.

‎"Bankeu ini sudah kami usulkan sejak awal tahun 2024. Sudah masuk ke R-APBDes dan kini juga sudah kami cantumkan dalam APBDes Kertayasa 2025. Bahkan sudah kami sosialisasikan ke warga. Tapi faktanya, bankeu itu hilang begitu saja. Tidak ada konfirmasi, tidak ada pemberitahuan. Saya malu ke masyarakat," ujarnya.

‎Kades mengaku mendapat informasi bahwa kemungkinan bankeu tersebut dicoret karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, ia tetap kecewa karena tidak ada komunikasi atau pemberitahuan resmi dari pihak Pemkab Tegal.

BACA JUGA:Desa Kertayasa Kabupaten Tegal Adakan Lomba Keindahan Gapura

BACA JUGA:Bentuk Protes, Warga Kertayasa Kabupaten Tegal Tanam Pohon Pisang dan Mancing di Jalan Rusak

‎"Kami kecewa berat. Ini sudah ada SK Bupati, sudah masuk DPA. Tapi kenapa tiba-tiba dicoret dan tidak direalisasikan? Saya ini nanti pasti yang akan disalahkan oleh warga. Mereka sudah menanti-nanti pembangunan," ucapnya.

‎Purwoko berharap ada kejelasan dari Pemkab Tegal terkait status bantuan keuangan tersebut. Ia meminta pemerintah daerah lebih transparan dalam mengambil kebijakan, khususnya yang menyangkut pembangunan di desa.

‎"Semoga pada ABPD Perubahan bisa dianggarkan lagi," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait