Fenomena Grup Gay di Facebook Gegerkan Batang-Pekalongan, Ini Komentar Bupati dan DPRD

Fenomena Grup Gay di Facebook Gegerkan Batang-Pekalongan, Ini Komentar Bupati dan DPRD

Tangkapan layar grup LGBT Facebook di Batang-Pekalongan--IST

BATANG, diswayjateng.id – Munculnya sejumlah grup di Facebook yang menyatakan diri sebagai komunitas penyuka sesama jenis dengan menyebut terang-terangan wilayah Kabupaten BATANG memicu keprihatinan publik.

Menanggapi hal ini, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah preventif melalui jalur edukasi dan pembinaan generasi muda.

“Kita dari pemerintah daerah akan fokus pada edukasi dan kegiatan positif untuk anak-anak muda agar tidak ikut terjerumus dalam perilaku menyimpang,” tegasnya, Selasa 10 Juni 2025.

Pemkab Batang berencana menggencarkan edukasi mengenai pemahaman seksualitas dan etika sosial di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang SMP hingga SMA.

BACA JUGA: Status Banpol Satpol PP Batang Menggantung, Pemkab Tunggu Regulasi PPPK Paruh Waktu

BACA JUGA: Anak Muda Batang Diajak Jadi Bos, PCNU dan Yayasan Darul Falah Datangkan Pendiri Primagama

“Harapannya nanti dari sekolah-sekolah akan kita dorong kegiatan edukatif. Tidak hanya sosialisasi, tapi juga dalam bentuk kegiatan yang menjelaskan bahaya perilaku menyimpang, termasuk LGBT,” kata Faiz.

Menurutnya, langkah ini penting sebagai perlindungan sejak dini terhadap generasi muda, agar tidak mudah terpengaruh oleh konten digital yang tak sesuai dengan nilai sosial masyarakat Batang.

Meskipun grup-grup tersebut dibuat secara privat, Bupati Faiz menyebut bahwa penindakan hukum merupakan kewenangan aparat kepolisian.

“Kalau terkait penegakan hukum, itu kewenangannya kepolisian. Karena ini masih di ranah sosial media, nanti mungkin bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” jelasnya.

BACA JUGA: BRI Batang Berkurban Rp150 Juta, Salurkan 2 Sapi dan 25 Kambing di Idul Adha 2025

BACA JUGA: Idul Adha, Bhimasena Lentera Sosial Bagikan Sapi dan Kambing ke 14 Desa Sekitar PLTU Batang

Wakil Ketua DPRD Batang, Junaenah, juga memberikan tanggapan keras atas kemunculan komunitas digital yang dianggap menyimpang itu.

“Ini penyakit sosial yang harus segera ditangani agar tidak semakin meluas. Aparat harus turun tangan, admin-admin grup itu perlu dilacak dan ditindak,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait