Memanggul Gelar Dobel, Bunda Lalila Tertantang Perkuat Literasi dan Akses PAUD di Jepara

Memanggul Gelar Dobel, Bunda Lalila Tertantang Perkuat Literasi dan Akses PAUD di Jepara

Laila Saidah dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Literasi-arief pramono/diswayjateng.id-

JEPARA, diswayjateng.id- Laila Saidah yang kini memanggul gelar Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Jepara, berkomitmen menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Utamanya dalam penguatan literasi dan perluasan akses pendidikan anak usia dini. 

Laila Saidah mengatakan, tugas sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi bukan sekadar simbolis saja. Namun tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. 

“Saya ingin setiap anak di Jepara memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang,” ujar Lalila usai dikukuhkan sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD Jepara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Karena itu, Laila yang juga istri Bupati Jepara Witiarso Utomo ini, mengajak seluruh pemangku kepentingan di Bumi Kartini bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masa depan anak-anak.

Tidak hanya Laila Saidah saja yang dikukuhkan sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD Jepara. Pengukuhan serupa juga dilakukan kepada Bunda Lterasi dan Bunda PAUD 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah. 

Dalam agenda di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, kegiatan ioni juga turut diluncurkan aplikasi SiArtis. Serta pengumuman pemenang lomba perpustakaan tingkat daerah.

Prosesi pengukuhan dipimpin Bunda PAUD dan Literasi Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin. Istri Wagub Jateng ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menanggulangi stunting dan memperkuat budaya baca sejak dini.

Meskipun kewenangan utama tidak berada di tangan provinsi, kata Nawal, namun peran aktif semua pihak tetap diperlukan. Kehadiran Bunda PAUD dan Literasi memiliki posisi strategis membina generasi yang sehat, cerdas, dan adaptif. 

“Penguatan peran Bunda PAUD dan Bunda Literasi sangat penting untuk menjawab tantangan generasi ke depan. Meski pendidikan usia dini bukan kewenangan utama provinsi, sinergi tetap dibutuhkan agar persoalan anak, termasuk stunting, bisa ditangani bersama,” tukas Nawal.Utamanya dalam penguatan literasi dan perluasan akses pendidikan anak usia dini. 

Laila Saidah mengatakan, tugas sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi bukan sekadar simbolis saja. Namun tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. 

“Saya ingin setiap anak di Jepara memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang,” ujar Lalila usai dikukuhkan sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD Jepara di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Karena itu, Laila yang juga istri Bupati Jepara Witiarso Utomo ini, mengajak seluruh pemangku kepentingan di Bumi Kartini bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada masa depan anak-anak.

Tidak hanya Laila Saidah saja yang dikukuhkan sebagai Bunda Literasi dan Bunda PAUD Jepara. Pengukuhan serupa juga dilakukan kepada Bunda Lterasi dan Bunda PAUD 35 kota dan kabupaten di Jawa Tengah. 

Dalam agenda di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, kegiatan ioni juga turut diluncurkan aplikasi SiArtis. Serta pengumuman pemenang lomba perpustakaan tingkat daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: