Difasilitasi KONI, Salatiga Raih Posisi II di Ajang Perca Paras CUP III

Difasilitasi KONI, Salatiga Raih Posisi II di Ajang Perca Paras CUP III

PESERTA MUDA : Ajang Turnamen Catur Perca Paras CUP III Non Master tahun 2025 diikuti peserta muda yang berhadapan dengan peserta senior. Foto : Nena Rna Basri--

SALATIGA, diswayjateng.id - Peserta perwakilan Salatiga atas nama Ephesian meraih posisi II dalam Turnamen Catur Persatuan Catur Pasar Raya Salatiga (Perca Paras) CUP III (Non Master) Salatiga, Sabtu 25 Mei 2025.

Sedangkan, juara I direbut peserta perwakilan Kota Semarang atas nama M.Iqbal dan juara III diraih Ahmad Risiq SCC dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam ajang diikuti sebanyak 130-an peserta dari perwakilan hampir seluruh Kabupaten Kota di Jawa Tengah itu, panitia mengambil 40 pemenang.

Selanjutnya, para Juara I mendapatkan uang pembinaan Rp1 juta + Tropi, Juara II mendapatkan Rp750 ribu + Tropi, serta Juara III mendapatkan Rp500 ribu + Tropi. 

BACA JUGA: PSI Jateng Gelar Kopdarwil Jelang Kongres Nasional, Kaesang dan Jokowi Jadi Kandidat Kuat Caketum

BACA JUGA: Tradisi Sedekah Laut Tambaklorok, Larung Kepala Kerbau untuk Keberkahan Nelayan Semarang



Menggunakan 'Sistem Swiss' dengan format turnamen non-eliminasi, yakni setiap peserta bermain sejumlah putaran yang telah ditentukan, dan dipasangkan dengan lawan yang memiliki jumlah poin yang sama atau hampir sama di setiap putaran, panitia juga mengambil Juara hingga 40 peserta dan mendapatkan uang pembinaan.

Ketua Panitia Turnamen Catur Perca Paras CUP III (Non Master) Khoyun Suroyo, atau biasa disapa Khoyun kepada wartawan mengatakan pertandingan ini menjadi momen penting pecinta olahraga catur.

Pertandingan berlangsung satu hari penuh itu, Turnamen Catur Perca Paras CUP III (Non Master) dibuka Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto. 

BACA JUGA: Razia Pekat, Petugas Gabungan Temukan Miras di Tempat Hiburan Malam VIP Social Bar Salatiga

BACA JUGA: DPRD Kabupaten Tegal Minta Razia Pelajar di Margasari Tegal Digencarkan, Ini Alasannya

Dan jika pertandingan-pertandingan sebelumnya berlangsung di emperan Pasar Raya, tahun panitia bekerjasama dengan KONI Salatiga.

"Untuk Perca Paras CUP III Non Master tahun 2025 ini kita dibantu KONI Salatiga dengan difasilitasi tempat yakni GOR Sepak Takraw Salatiga ini," ungkap Khoyun.



Khoyun pun berharap, ajang yang selalu diinisiasi pedagang Pasar Raya Salatiga akan terus menjadi agenda tahunan.

Sementara, Ketua KONI Salatiga Agus Purwanto menandaskan Turnamen Catur Perca Paras CUP III Non Master tahun 2025.

BACA JUGA: Rotasi Kepala Pengamanan Rutan Solo, Dorong Reformasi Internal dan Perangi Peredaran Narkoba

BACA JUGA: Wali Kota Semarang Teken MoU untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan PAUD Bersama Yayasan Kemala Bhayangkari

Atas nama Koni Salatiga bukan hanya ajang kompetisi semata.
"Turnamen Catur Perca Paras CUP III Non Master tahun 2025 ini sekaligus ajang silaturahmi para penggiat olahraga catur Insya Allah. Dengan kegiatan ini menyambung 'seduluran'," ungkap Agus Purwanto.

Ia pun menyambut positif momen yang difasilitasi Koni Salatiga itu karena menjadi ajang pra Porprov Jateng dimana Salatiga menjadi tuan rumahnya.

"Alhamdulillah dalam penyelenggaraan Turnamen Catur Perca Paras CUP III Non Master tahun 2025 ini dibarengi dengan cuaca Salatiga yang cerah. Sehingga, kegiatan yang berjalan satu hari ini diharapkan mencetak atlet-atlet baru baik bagi Kota Salatiga maupun Jateng," ucapnya. 

BACA JUGA: Wali Kota Semarang Cek Tembok Jebol di Pelabuhan Tanjung Mas, Tinjau Langsung Lokasi Banjir Rob

BACA JUGA: SMP IT Izzatul Islam Getasan Sukses Usung Kearifan Lokal di Gelaran Karya P5

Dan melalui Turnamen Catur Perca Paras CUP III Non Master tahun 2025, sekaligus memperkenalkan Kota Salatiga dengan berbagai kelebihannya baik pariwisata hingga kulinernya.

"Silahkan berburu kuliner di Salatiga. Di Salatiga terkenal Tumpang Koyornya," imbuhnya.

Yang menarik dari ajang Turnamen Catur Perca Paras CUP III Non Master tahun 2025, sejumlah peserta belia tampil dan berlaga serta berhadap-hadapan peserta senior.

Tanpa rasa takut, peserta yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) mampu bersaing menunjukkan tariknya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: