BPI Gelar Panen Raya di Lahan Pengganti PLTU Batang, Hasilkan 4,5 Ton Gabah
Bhimasena Power Indonesia atau pengelola PLTU Batang gelar panen raya di lahan terdampak di Desa Sembojo, Kecamatan Tulis, Selasa 6 Mei 2025--Bakti Buwono/ diswayjateng.id
BATANG, diswayjateng.id - PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) menggelar panen raya di atas lahan pengganti wilayah terdampak PLTU Batang di Desa Sembojo, Kecamatan Tulis.
Bersama Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Muspika Tulis dan Kandeman, serta empat kepala desa terdampak, BPI menyambut panen pada Selasa, 6 Mei 2025.
Di Desa Sembojo, petani penggarap menikmati hasil jerih payah bertahun-tahun, dibantu oleh program lahan pengganti BPI yang telah bergulir sejak 2016.
Dengan luas mencapai 32 hektar, lahan ini disiapkan khusus untuk para petani yang tanahnya terdampak pembangunan PLTU Batang.
BACA JUGA: Kecelakaan di Tol Pemalang-Batang, Anggota DPR RI Alamudin Dimyati Rois Meninggal Usai 5 Hari di ICU
BACA JUGA: Cegah Transfusi Darah Seumur Hidup, Pemkab Batang Bakal Skrining Talasemia Gratis untuk Siswa Baru
Direktur Operasional BPI, Naofumi Yasuda menegaskan bahwa lahan pengganti bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Ini adalah contoh nyata komitmen kami untuk mendukung pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengaku bangga atas panen yang melimpah dan berharap hasilnya bisa memberi pendapatan tambahan bagi para petani serta memperkuat ketahanan pangan lokal.
General Manager Stakeholder Relation BPI, Aryamir H. Sulasmoro menyebut bahwa panen kali ini mencakup satu hektar lahan dengan potensi produksi 4,5 ton gabah.
BACA JUGA: Bhimasena Lentera Ramadan, BPI Bantu 1,2 Ton Cat untuk 22 Musala di Batang
BACA JUGA: Hari Bhakti Rimbawan, PLTU Batang Tanam Pohon Langka di Area Reforestasi
“Hasil panen ini dibeli perusahaan, lalu sebagian dibagikan kepada masyarakat pra-sejahtera untuk mencegah stunting dan kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Menurut Aryamir, inilah bentuk konkret fasilitasi dari hulu hingga hilir—dari penyediaan lahan, pupuk, dan pendampingan pertanian, hingga pemasaran hasilnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
