Bidik Potensi Rumput Laut dan Rajungan, Siapkan 500 Hektar Lahan di Karimunjawa

Bidik Potensi Rumput Laut dan Rajungan, Siapkan 500 Hektar Lahan di Karimunjawa

Bupati Witiarso kunjungi pembudidaya rumput laut Desa Kemujan Karimunjawa -arief pramono/diswayjateng.id-

JEPARA, diswayjateng.id- Budi daya rumput laut di Pulau Karimunjawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain sumber ekonomi masyarakat pesisir, sektor ini berpeluang menjadi destinasi wisata berbasis maritim. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mendukung pengembangan budi daya rumput laut agar lebih produktif dan berkelanjutan. Saat berdiskusi dengan pembudidaya rumput laut di Karimunjawa, Bupati Jepara Witiarso Utomo menargetkan peningkatan hasil panen rumput laut demi kesejahteraan masyarakat. 

“Saya ingin program rumput laut di Karimunjawa ini dan di Kabupaten Jepara wajib hukumnya sukses berkelanjutan,” ujar Witiarso saat berkunjung di petani pembudidaya rumput laut di Dukuh Mrican, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Senin (24/3/2024).

Dari informasi yang diterima dari warga Kemujan, budi daya rumput laut di Karimunjawa telah berlangsung selama 25 tahun. Dalam waktu dekat, Pemkab Jepara menjanjikan bantuan bibit dan peralatan pengembangan rumput laut di lahan seluas lebih dari 500 hektare. 

Bupati Witiarso meminta pembudidaya mengajukan proposal, agar bantuan dapat disalurkan secara merata. Pihaknya mengaku telah berdiskusi dengan Kepala Desa Kemujan terkait pengelolaan rumput laut seluas 500 hektare. 

Selain rumput laut, Witiarso juga menyoroti potensi budi daya rajungan. Pihaknya juga menjanjikan pemberian bantuan kompartemen budi daya rajungan. Saat ini, kajian terkait bahan untuk media budi daya masih dilakukan agar lebih ramah lingkungan.

Dalam dialog tersebut, kendala utama yang dihadapi pembudidaya rumput laut adalah cuaca dan hama. Karena itu, Witiarso mengusulkan pembudidaya belajar ke Wakatobi Sulawesi, yang sukses mengatasi tantangan serupa. 

Pemkab Jepara siap memfasilitasi kunjungan, agar petani rumput laut memiliki pengalaman sebelum menerima investasi dari Pemerintah Pusat. 

“Jika para petani rumput laut ingin belajar ke Wakatobi, kami siap memfasilitasi. Dengan begitu, sebelum investasi dari Pemerintah Pusat datang, kita sudah memiliki pengalaman, termasuk dalam pengendalian hama,” ungkapnya.

Di sisi lain, pengembangan industri berbasis rumput laut juga menjadi perhatian. Wisata edukasi tentang proses budi daya dan panen rumput laut, diharapkan menambah nilai ekonomi. 

Konsep tersebut, lanjut Witiarso, memungkinkan wisatawan melihat langsung cara pembudidayaan, panen hingga proses pengolahan rumput laut. 

“Saya ingin wisatawan yang datang ke sini, tidak hanya menikmati pantai saja. Namun juga bisa melihat langsung proses budi daya, pemanenan, hingga pengolahan rumput laut. Dengan begitu, sektor wisata dan perikanan bisa saling mendukung,” ucap Witiarso.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: