SMK Mumbul Didapuk Koordinator Penempatan Kerja Alumni SMK Wilayah Brebes ke Jepang Berdasarkan Job Order

SMK Mumbul Didapuk Koordinator Penempatan Kerja Alumni SMK Wilayah Brebes ke Jepang Berdasarkan Job Order

MENYAMPAIKAN - Direktur Eksekutif Pelita Indonesia, Ginanjar Wiro Sasmito didampingi Kadin Indonesia Dendi Pratama menyampaikan seminar nasional yang bertema Realisasi Penempatan Kerja Alumni SMK ke Jepang Berdasarkan Job Order, di SMK Islamiyah Adiwerna--

BREBES, diswayjayeng.id - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Bulakamba (Mumbul), Kabupaten Brebes. Didapuk  sebagai Koordinator Penempatan Kerja Alumni SMK Wilayah Brebes ke Jepang berdasarkan Job Order di seminar nasional yang bertema Realisasi Penempatan Kerja Alumni SMK ke Jepang Berdasarkan Job Order, di SMK Islamiyah Adiwerna Tegal, Sabtu (14/12/2024). 

Penunjukan tersebut dilakukan oleh Kadin Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia melalui komisi tetap vokasi dan Perkumpulan Politeknik Swasta (Pelita) Indonesia.

Kegiatan tersebut digelar dengan dua narasumber dari Direktur  Eksekutif Pelita Indonesia, Ginanjar Wiro Sasmito dan  Kadin Indonesia Dendi Pratama.

"Seminar itu menunjukkan komitmen bersama dalam memberikan informasi dan peluang kerja yang lebih baik bagi para alumni, serta  mendapatkan kesempatan kerja sesuai dengan kompetensi dan harapan mereka yang akan bekerja di Jepang,"ungkap Dendi Pratama.

BACA JUGA:Siswa SMK Muhammadiyah Bulakamba Brebes Dijamin Kerja di Jepang

BACA JUGA:SMK Muhammadiyah Bulakamba Brebes Jalin Kerja Sama dengan Radar Tegal Grup

Ginanjar Wiro Sasmito menyampaikan, lulusan pedidikan vokasi penyumbang jumlah penggangguran terbesar nasional, selanjutnya tentang potret demografi Indonesia tahun 2024 (Bappenas).

Relevansi pendidikan dan pekerjaan perlu disesuaikan dengan perkembangan era dan Iptek dengan tetap memberikan perhatian kepada aspek humanities, terlalu fokus terhadap hard skill dan kurangnya soft skill, umumnya kurang tahan menghadapi tekanan dalam dunia kerja, kurang bisa kerja sama dalam sebuah tim, kurang bisa berkomunikasi dengan baik, kurang inisiatif dan mudah bosan. 

Selanjutnya pendidikan vokasi yaitu sistem pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis dan pengetahuan spesifik yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Yang terus berkembang yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. 

"Kebekerjaan atau kewirausahaan lulusan pendidikan vokasi diharapkan dapat bekerja atau berwirausaha sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka dengan pendapatan yang layak, relevan dengan kebutuhan Iduka (Industri dan dunia kerja).

BACA JUGA:SMK Muhammadiyah Bulakamba Brebes Teken MoU dengan Perusahaan Jepang

 Penyelenggaraan pendidikan vokasi harus berbasis kemitraan dengan Iduka agar hasil pendidikan vokasi relevan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Pendidikan Vokasi Kadin Indonesia, Dendi Pratama menyampaikan, Kadin saat ini memiliki job order dari Jepang melalui The Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) hingga 10 tahun kedepan sebanyak 100.000 orang untuk bekerja di Jepang dengan beragam bidang ilmu. 

Karena itu SMK diharapkan bisa merealisasikan pemenuhan kerja sama ini. Kebutuhan lowongan kerja dari tahun 2024 selama lima tahun kedepan sebanyak 820.000 orang untuk sektor pekerjaan; cargiver/kaigo, hotel, restaurant, building maintenance, food processing/food factory dan konstruksi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: