SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal Adakan Workshop Media Pembelajaran Skema Pembebasan
WORSKHOP – Peserta dan narasumber Workshop Media Pembelajaran Skema Pembebasan Tahun 2024 foto bersama usai acara diadakan di Aula SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal.Foto:K Anam S/jateng.disway.id--
TEGAL, jateng.disway.id - Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 1 Kota Tegal (SMK Mutu) mengadakan Workshop Media Pembelajaran Skema Pembebasan Tahun 2024 di Aula SMK Mutu, Jalan Perintis Kemerdekaan. Workshop diikuti 38 peserta dengan menghadirkan Narasumber Teaching Factory Direktorat SMK Untung Supriyadi MPd.
Acara dihadiri Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Arif Kusnandar SPd MPd. Peserta workshop terdiri dari kepala, wakil kepala bidang kurikulum, ketua program keahlian, dan guru SMK Mutu serta SMK Jejaring yaitu SMK Muhammadiyah Bulakamba Kabupaten Brebes, SMK Muhammadiyah Tarub Kabupaten Tegal, dan SMK Dinamika Kota Tegal.
Kepala SMK Mutu Moch Ali Makmuri SE MM mengatakan, SMK Mutu dipercaya Pemerintah untuk menerima Bantuan Pemerintah Pengembangan Pengajaran Berbasis Pabrik atau Teaching Factory Skema Pengimbasan Tahun 2024. Workshop ini merupakan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan dari program tersebut.
“Tidak semua sekolah mendapatkan Bantuan Skema Pengimbasan dari Pemerintah. Tidak hanya SMK Pengimbas, SMK Jejaring juga diharapkan ikut maju dan berkembang,” kata Ali.
BACA JUGA:SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal Gelar Workshop Persiapan Pembelajaran Berbasis Proyek
BACA JUGA:Siswa SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal Tembus Seleksi Nasional WorldSkills ASEAN Competition
Sementara itu, Narasumber Teaching Factory Direktorat SMK Untung Supriyadi MPd menekankan, dengan adanya Bantuan Pengembangan Teaching Factory yang diberikan kepada SMK, guru perlu mengubah mindset pembelajaran. Bahwa, pembelajaran SMK bukan bersifat teori, namun bersifat problem based learning yang kemudian akan ditingkatkan kepada project.
Untung dalam paparannya menekankan, tujuan umum dari pendidikan kejuruan adalah menyiapkan peserta didik agar dapat menjalani kehidupan secara layak, meningkatkan keimanan, ketakwaan peserta didik, dan menyiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang mandiri, dan bertanggung jawab sesuai dengan bidangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: