Ancaman Hoaks Picu Gesekan Jelang Pilkada, Kapolres Jepara Rangkul Ulama dan Santri Bersinergi

Ancaman Hoaks Picu Gesekan Jelang Pilkada, Kapolres Jepara Rangkul Ulama dan Santri Bersinergi

Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan didampingi Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno saat bersilaturahmi di Ponpes Al Manshurin Ar Rikzan Muryolobo Jepara. -arief pramono/diswayjateng.id-

JEPARA, jateng.disway.id - Isu-isu atau berita hoaks yang berpotensi memicu keributan, gesekan dan perpecahan di tengah masyarakat, biasanya kerap terjadi menjelang pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Jepara.

Karena itu, berbagai pihak terkait utamanya Polres Jepara kini gencar melakukan aksi cooling system. Tujuannya mendinginkan situasi politik di tengah masyarakat, sehingga tidak ada potensi gesekan atau konflik di Pilkada.

Mengantisipasi kejadian itu, Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengerahkan semua pasukannya melakukan pendekatan kepada masyarakat di wilayah Bumi Kartini.

Salah satu strategi yang dilakukan, Kapolres AKBP Wahyu memanfaatkan silaturahmi dan diskusi rutin kepada tokoh masyarakat dan ulama.

BACA JUGA:Redam Konflik Jelang Pilkada, Kapolres Jepara Rangkul Ulama Ademkan Tensi Politik 

BACA JUGA:Rawan Berpolitik Praktis di Pilkada, PJ Bupati dan Sekda Jepara Soroti Netralitas ASNi

Kali ini, silaturahmi sejumlah pejabat utama Polres Jepara dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Manshurin Ar Rikzan Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, Jepara. 

Silaturahmi  dilakukan memperkuat sinergitas antara ulama dan umara. Sekaligus upaya cooling system untuk gawe besar Pilkada 2024 agar lebih sejuk, damai dan kondusif.

Kapolres Jepara AKBP Wahyu mengatakan, kepolisian menggelar silaturahmi ini untuk serap aspirasi, keluhan dan informasi tentang gangguan kamtibmas.

“Selain itu, kritikan perilaku anggota Polri dan pelayanan dalam tugas Kepolisian. Juga sebagai upaya kepolisian melakukan cooling system atau kegiatan pendinginan situasi jelang Pilkada 2024,” ujar AKBP Wahyu.

BACA JUGA:Cegah Perundungan Pelajar Bumi Kartini, Polres Jepara Gencar Penyuluhan ke Sekolah

BACA JUGA:Cokelat dan Bunga Jadi Barang Istimewa Bagi Polres Jepara, Ternyata Ini Manfaatnya

Untuk itu, kata AKBP wahyu, diharapkan peran serta tokoh agama serta tokoh masyarakat juga masyarakat, bisa menyejukkan situasi dan kondisi jika terjadi gejolak terkait perkembangan politik saat ini.

Ulama dan Santri Dukung Polisi

Di sisi lain, pengurus Ponpes Al Manshurin Ar Rikzan, Zusrohfatahi merespon baik langkah-langkah Polres Jepara menjaga stabilitas keamanan menjelang Pilkada 2024.

“Kami sebagai salah satu tokoh agama, siap mendukung langkah-langkah Polres Jepara menjaga keamanan dan kedamaian dan menjadi cooling system selama proses Pilkada berlangsung,” kata Zusrohfatahi.

Ia mengajak masyarakat Jepara bersama menjaga kerukunan. Selain itu, tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan umat.

“Mari kita jaga persatuan. Jangan sampai terprovokasi hal-hal yang bisa memecah belah kita. Pilkada harus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga,” tegasnya.

BACA JUGA:Bank Jepara Artha Bangkrut, Setoran PAD Pemkab Raib Rp 4 Miliar

BACA JUGA:Nyalakan Semangat Pegiat Literasi, Kapolres Jepara Adakan Kunjungan Istimewa di Perpustakaan RA Kartini

Menutup silaturahmi, Kapolres Jepara AKBP Wahyu kembali menegaskan komitmennya membuka ruang komunikasi dan dialog dengan para ulama. Hal itu demi mewujudkan situasi kamtibmas  kondusif, aman dan damai di Jepara, terutama menjelang Pilkada 2024.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: