Sekolah Dilarang Jual Seragam, Dikbud Keluarkan Surat Edaran
![Sekolah Dilarang Jual Seragam, Dikbud Keluarkan Surat Edaran](https://jateng.disway.id/upload/82654ff5d7d977c0283b6fe166d7b58f.jpg)
Sekretaris Dinas Dikbud menjelaskan terkait kebijakan seragam sekolah, kemarin.-Hermas Purwadi-jateng.disway.id
SLAWI, DISWAY JATENG - Mendasari Peraturan Mendikbudristek nomor 50 tahun 2022 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah, disikapi Dinas Dikbud Kabupaten Tegal dengan mengeluarkan surat edaran sebagai pedoman kepala satuan pendidikan tingkat PAUD hingga SMP di Kabupaten Tegal.
Plt Kepala Dinas Dikbud Fakihuhurrokhim SSos MM melalui sekretaris dinas Winarto SE MM menyatakan pihaknya telah melayanghkan surat edaran nomor 400.3.1/ 04/ 10152 terkait ketentuan pakaian seragam sekolah bagi peserta didik dilingkungan Dinas Dikbud Kabupaten Tegal.
BACA JUGA:Ganjar Kembali Resmikan SMK, Buka Akses Pendidikan hingga Pelosok
"Intinya pengadaan pakaian seragam sekolah menjadi tanggung jawab orang tua wali murid peserta didik," ujarnya Kamis 27 Juli 2023.
Ditegaskan bahwa baik pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya, sekolah dan masyarakat diminta dapat membantu pengadaan pakaian seragam sekolah dan pakaian adat bagi peserta didik dengan memprioritaskan peserta didik yang kurang mampu secara ekonomi.
"Dalam pengadaan pakaian seragam sekolah, sekolah tidak boleh mengatur kewajiban dan memberikan pembebanan kepada orang tua wali peserta didik untuk membeli pakaian seragam sekolah baru pada setiap kenaikan kelas dan saat penerimaan peserta didik baru," cetusnya.
BACA JUGA:Serahkan Bantuan ke Politeknik Gusdurian, Ganjar: Ini Gotong Royong Wujudkan Pendidikan yang Baik
Winarto juga menekankan bahwa pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya serta kepala sekolah wajib menerapkan ketentuan pakaian seragam sekolah dengan berpedoman pada ketentuan Peraturan Kemendikbudristek nomor 50 tahun 2022 tanggal 7 September 2022 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
"Surat edaran ini kami berikan tidak hanya kepada seluruh kepala satuan tingkat PAUD hingga SMP, namun juga kami sampaikan kepada Koordinator Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Kecamatan, dan stakeholder pendidikan yang ada di Kabupaten Tegal untuk menjadi pedoman," ungkapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: jateng.disway.id