Publik Sesalkan Febri Diansyah Bela Putri Candrawati, Dianggap Salah Bela Orang

Publik Sesalkan Febri Diansyah Bela Putri Candrawati, Dianggap Salah Bela Orang

Mantan Jubir KPK Febri Diansyah jadi pengacara Putri Candrawathi--

JAKARTA, (DiswayJateng.id)- Publik sesalkan langkah Mlmantan jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah menjadi kuasa istri Ferdi Sambo, Putri Candrawathi.

Termasuk mantan penyidik KPK Novel Baswedan hingga sejumlah aktivis pun sayangkan keputusan Febri Diansyah.

Mereka beranggapan Febri dianggap telah berpihak pada sisi yang salah dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Adanya kekecewaan publik oleh pengamat politik Jamiluddin Ritonga menjadi hal yang wajar. Sebab Febri yang memiliki reputasi idealis tidak selektif membela orang.

"Jadi, wajar bila banyak pihak yang menyesalkan keputusan Febri tersebut. Febri dinilai tidak selektif untuk membela seseorang dalam berperkara,” ucapnya.

Menurut dia, seharusnya Febri berkaca pada idealisme yang selama ini dibangun. Berpihak kepada nilai-nilai luhur dalam norma berperilaku di masyarakat.

"Sebagai advokat, selayaknya Febri mengutamakan idealisme, khususnya memperjuangkan nilai keadilan, kebenaran, dan moralitas. Dengan begitu Febri sebagai advokat turut menegakkan hukum yang berkeadilan di tanah air,” ucap Jamiluddin dilansir RMOL, Kamis (29/9).

Seharusnya, kata Jamiluddin, Febri berpegang teguh pada asas hak asasi manusia dalam kasus yang menjadi bahan perbincangan masyarakat tersebut. Bukan malah mendukung atau menjadi kuasa terhadap kasus hukum yang dialami pelaku.

"Karena itu, Febri seyogyanya dapat memilih mana pihak-pihak yang dibela demi memperjuangkan hak asasi manusia. Dalam konteks ini, selayaknya Febri membela kepentingan korban agar mendapat keadilan,” ujarnya.

Menurutnya, akan sungguh mulia bila Febri juga turut mengusut semua pihak yang menghalangi dan merekayasa kasus yang diduga melibatkan Putri Candrawathi.

"Dengan begitu, Febri akan turut berperan membela kepentingan masyarakat yang berkeadilan."

Sumber: