Wabah PMK Merebak, Penjualan Hewan Kurban di Brebes Tak Terdampak

Wabah PMK Merebak, Penjualan Hewan Kurban di Brebes Tak Terdampak

Petugas memeriksa hewan ternak yang terjangkit PMK di Kabupaten Brebes.-Eko fidiyanto-Radar Brebes

BREBES, (DiswayJateng) - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Brebes hingga saat ini masih terus bertambah. Bahkan per hari ini (27/6) jumlah PMK di Brebes mencapai 1.138 kasus.

Meskipun kasus PMK di Brebes mencapai ribuan, namun hal itu tidak mempengaruhi penjualan hewan kurban. Beberapa pedagang mengaku jumlah penjualan hewan kurban di Brebes saat ini diklaim tergolong stabil. 

Merebaknya wabah PMK terhadap hewan ternak tak begitu berdampak terhadap penjualan hewan kurban. Penjualan hewan kurban tahun ini justru meningkat dibanding penjualan tahun lalu saat pandemi Covid-19 masih gawat. Namun demikian, peternak di Kabupaten Brebes enggan ambil risiko terkait merebaknya wabah PMK. 

Peternak sapi di Desa Bulakparen, Bulakamba, Kabupaten Brebes, Ahmad Taufik mengatakan, sejak dua bulan terakhir dirinya mendapatkan banyak pesanan sapi untuk hewan kurban. Ia menyebut penjualan sapi tahun ini meningkat dibanding saat masih pandemi Covid-19. Namun untuk penjualan sapi tahun ini dilakukan secara online.

"Tahun ini orderan lumayan banyak dibanding tahun kemarin. Tahun ini sudah hampir 100 ekor terjual. Target penjualan kami sampai H-2 Lebaran Kurban itu sekitar 130 an ekor. Kalau tahun kemarin itu penjualan masih lesu karena Covid-19," ungkap Taufik, Senin (27/6). 

Taufik mengungkapkan, sampai saat ini masih ada 10 pemesan yang harus dilayani. Lantaran sudah menjadi pelanggan, Taufik pun berupaya untuk memenuhi permintaan pembeli untuk mendapatkan sapi. Ia bahkan harus membeli sapi pesanan di wilayah Madura. Padahal, Taufik enggan membeli sapi dari luar daerah karena berisiko membawa wabah PMK. 

"Sudah langganan di sini jadi saya usahakan tetap ambil sapi di Madura. Kemarin-kemarin hampir satu kandang ada puluhan ekor kena PMK, tapi sudah sembuh. Tapi kalau secara keseluruhan, dengan adanya wabah PMK tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan hewan kurban," tandasnya. 

Peternak lain, Mohammad Idi Fitriyadi mengaku sempat khawatir terkait adanya kasus PMK di Brebes. Namun, penjualan hewan kurban tahun ini terbilang stabil sama seperti tahun lalu. Total sesuai kapasitas kandang, ada 30 ekor sapi dan tiga ekor kambing sudah terjual. Kebanyakan pembeli memesan terlebih dahulu hewan kurban yang akan dibeli.

"Ada yang memesan hewan kurban dua minggu yang lalu dan ada juga yang satu bulan yang lalu. Bahkan ada 10 orang pembeli yang kami tolak. Karena, stok hewan kurban yang sudah tidak ada lagi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: