Polres-Kodim Tegal Sidak Agen dan Pedagang Minyak Goreng, Kenapa?

Polres-Kodim Tegal Sidak Agen dan Pedagang Minyak Goreng, Kenapa?

Wakapolres Tegal didampingi kapolsek Slawi bersama dandim 0712/ Tegal memantau ketersediaan migor dan harga di sejumlah agen. (FOTO HERMAS PURWADI / RADAR TEGAL) --

SLAWI (Disway Jateng) - Upaya monitoring dan analisa situasi kamtibmas dilakukan Polres Tegal bersama Kodim 0712/ Tegal. Kali ini melalui giat sinergitas terjun ke lapangan dengan sasaran agen dan pedagang minyak goreng.

Dandim 0712/  Tegal  Letkol Inf Charlie C L Sondakh, SE bersama Wakapolres Kompol Didi Deewantoro SH SIK mewakili kapolres Tegal didampingi Kapolsek Slawi AKP Suratman blusukan ke agen dan pedagang minyak goreng di Kabupaten Tegal.

Sidak diawali di gudang distributor PT Anjat Slawi, didapati stok masih kosong karena jasa ekspedisi terdampak adanya banjir yang terjadi di Semarang. ”Diperkirakan stok minyak goreng akan terisi kembali pada akhir pekan dengan harga  Rp14.500 per kilogram  yang penjualannya langsung kepada pedagang besar,” ujar Pengelola Agen Tri Sula.

Lokasi sidak kedua  di agen Sumber Berkah dengan stok yang masih dipesan menuju gudang sebanyak 56 drum dengan isi setiap drum sebanyak 180 kilogram.

Pengelola Agen Sumber Berkah Sayuti menuturkan, jasa ekspedisi masih dalam perjalanan ke gudang.

“Kami akan menjual dengan harga Rp14.200 per kilogram” cetusnya.

Usai  sidak ke agen, rombongan menyasar pedagang yang menyediakan minyak goreng di Pasar Trayeman. Dalam sidak didapati jumlah stok sebanyak  360 kilogram minyak goreng dengan harga Rp15.500 per kilogram  untuk kemasan sederhana. Namun bila pembeli membawa jeriken milik sendiri, mendapatkan harga Rp15.000 per kilogramnya,

Wakapolres Kompol Didi Dewantoro SH SIK menuturkan, stok tersebut masih aman untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat di sekitar pasar. Pihaknya juga  membentuk tim sinergitas tiga pilar bagi polsek dan koramil untuk blusukan langsung ke agen dan pasar di daerah bertugas.

Babinsa, Bhabinkamtibmas. dan perangkat kecamatan atau desa setempat melakukan sidak yang sama untuk mendapatkan data stok minyak goreng di hari yang sama.

“Harga eceran minyak goreng sekitar Rp14.500 hingga Rp15.000. Masih aman terkendali, kami juga telah melakukan analisa, stok minyak goreng sampai tingkat desa maupun kecamatan di Kabupaten Tegal masih aman," pungkasnya. (her/gun)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: radar tegal