Tol Penghubung Pantura dan Pansela Segera Dibangun
Dirut Jasamarga memberikan pemaparan terkait rencana pembangunan jalan tol ruas Bumiayu.--
BUMIAYU, DISWAYJATENG.ID - Jalan tol penghubung antara Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pantai Selatan (Pansela) Jawa vakal segera dibangun oleh pemerintah. Tol tersebut direncanakan akan melintasi Kabupaten Banyumas melalui pintu tol Pejagan-Cilacap. Hal itu sebagaimana mengemuka dalam sosialisasi rencana pembangunan ruas jalan tol di pendopo eks Kawedanan Bumiayu, Senin ( 20/2 ).
Asisten II Sekda Brebes Agus Asari, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemkab Brebes sangat mendukung rencana pembangunan ruas jalan tol Bumiayu, sebagai salah satu akses penting penghubung jalur Pantura dan Pansel. "Sehingga nantinya dapat meningkatkan perekonomian, serta mempercepat akselerasi tarnspotasi di jalur Brebes-Purwokerto yang selama ini sering terjadi kepadatan lalu lintas yang kadang mengakibatkan kemacetan parah di saat arus mudik lebaran," ungkapnya.
Sementara Dirut Jasa Marga Subakti Syukur dalam diskusi panel yang dimoderatori oleh pegiat bidang hukum Slamet Riyadi memaparkan, ruas tol Bumiayu sebelumnya telah di rencanakan untuk tahun 2019 lalu sudah mulai di kerjakan. "Hanya saja, saat itu terkendala pandemi sehingga program ini terhenti," kata Subakti.
Dikatakan, dalam pelaksanaannya pembangunan jalan tol terlebih dahulu harus masuk dalam jaringan tol tersebut sehingga dapat terkoneksi dengan ruas yang lain yang telah ada. "Untuk ruas tol Bumiayu ini sudah masuk di jaringan tol, sehingga tersebut tinggal menunggu kapan mulai di dilaksanakan saja," jelasnya.
Panjang jalan tol Pejagan - Cilacap ini 142.2 Kilometer, dengan jumlah simpang susun 11 buah yakni Brebes, Dukuhwaru, Lebaksiu, Margasari, Bumiayu, JC Ajibarang, IC Ajibarang, Purwokerto, Purbalingga, Wangon dan Cilacap. "Untuk investasi pembangunan ruas jalan tol ini dibutuhkan anggaran sebesar lebih kurang Rp 75,8 Triliun," terang Subakti.
Sementara tokoh masyarakat Bumiayu H Agus Sutrisno dalam kesempatan tersebut berharap pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Bumiayu ini bisa memberikan dampak yang benar-benar bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. "Sehingga kami sangat berharap, pembangunan dapat didahului dengan penelitian atau kajian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), dengan memperhatikan seluruh aspek didalamnya," harap Agus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

