BPBD Ingatkan Warga Salatiga untuk Waspada Bencana Angin Puting Beliung
TRC : Kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana Multi Sektor Kota Salatiga guna kesiapsiagaan menghadapi bencana, Selesa 15 September 2026. Foto : Ist/ Erna Yunus Basri--
SALATIGA, diswayjateng.id - BPBD Kota Salatiga peringatkan warga waspada terhadap bencana angin puting beliung.
"Belajar dari pengalaman tahun beberapa tahun terakhir, BPBD Kota Salatiga juga telah memetakan titik rawan bencana angin puting beliung," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Salatiga Sutarto, Selasa 15 September 2026.
Sutarto menyampaikan bahwa pemahaman dan penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, BPBD Kota Salatiga menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana Multi Sektor Kota Salatiga.
"Kegiatan Pengembangan Kapasitas TRC guna guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya cuaca ekstrem angin puting beliung. Sehingga, perlu dipahami bersama bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama," ungkap Sutarto.
BACA JUGA: BPBD Kabupaten Semarang Catat 17 Rumah di 3 Kecamatan Terdampak Bencana Angin Puting Beliung
BACA JUGA: Tinjau Korban Bencana Angin Puting Beliung, Bupati Semarang Serahkan Bantuan
Ia menerangkan, penanggulangan bencana juga membutuhkan pola kerja yang terpadu. Sehingga keberadaan TRC tidak hanya dipersiapkna untuk merespon kejadian tetapi juga mampu melakukan asessment koordinasi, mobilisasi sumber daya, komunikasi dan pelaporan secara cepat dan tepat.
Sementara, dalam upaya pemantapan kesiapsiagaan kebencanaan, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan yang turut hadir menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi upaya dalam menyamakan persepsi yang sekaligus dituangkan dalam Gladi Ruang atau Table Top Exercise (TTX) terhadap dokumen rencana kontingensi cuaca ekstrem angin puting beliung.
"Agar penanggulangan bencana khususnya di Kota Salatiga dapat berjalan dengan tepat, efektif, dan efisien," tandas Robby Hernawan.
BACA JUGA: Lima Rumah Hingga Kandang Ayam Rusak, Angin Puting Beliung Terjang Pabelan Kabupaten Semarang
TTX, menurutnya, harus menjadi ruang menguji apakah rencana yang telah kita susun benar-benar dapat dilaksanakan ketika bencana terjadi.
Ia meminta peserta pelatihan juga memberikan masukan, sampaikan kendala, uji prosedurnya, uji komunikasinya, uji pembagian tugasnya dan uji kemampuan mobilisasinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

