Jasa Marga Kembangkan Teknologi Berbasis RFID Menuju Zero Over Dimension Over Load 2027
KEGIATAN : Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono, ditengah kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 di Semarang, Kamis 23 April 2026. Foto : Ist/Erna Yunus Basri --
SEMARANG, diswayjateng.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengembangan teknologi berbasis RFID yang terintegrasi dengan sistem BLU-E (Bukti Lulus Uji Elektronik) milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Teknologi tersebut untuk mendukung program Indonesia Zero Over Dimension Over Load 2027.
"Mengingat kendaraan ODOL masih menjadi penyumbang penyebab angka kecelakaan di jalan tol," kata Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono, ditengah kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 di Semarang, Kamis 23 April 2026.
Kegiatan yang turut dihadiri Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, jajaran Direksi Jasa Marga yaitu Direktur Utama Rivan A. Purwantono, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, Direktur Bisnis Reza Febriano dan Direktur Human Capital & Transformasi Yoga Tri Anggoro beserta Manajemen Jasa Marga Group, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin serta para pimpinan BUMN sektor transportasi, serta pakar transportasi nasional.
BACA JUGA: Ratusan Penari Dalam dan Luar Negeri Gelar Maraton 24 Jam Sambut Hari Tari Dunia 2026 di Semarang
BACA JUGA: DLH Kabupaten Tegal Usul Tiga Calon Penerima Penghargaan Kalpataru
Selain itu, Rivan menandaskan, inovasi yang dikembangkan Jasa Marga turut mendorong optimalisasi layanan.
Seperti pemanfaatan teknologi yang terintegrasi dan akurat melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang mampu menghasilkan data berbasis _real time_ sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bersama _stakeholder_ terkait,” ujar Rivan.
Dengan dukungan teknologi 'Intelligent Transport System' (ITS), JMTC mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98%.
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pengguna jalan melalui Aplikasi Travoy yang mencatat peningkatan penggunaan hingga 300% selama periode Lebaran.
BACA JUGA: Nekat Curi Besi Penutup Drainase, Komplotan Tujuh Bocah di Kudus Dikeler Polisi
BACA JUGA: Pengurus Nasional Akui Keabsahan Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Grobogan 2026
"Ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan informasi digital Jasa Marga sekaligus meningkatkan _customer experience_ dalam pelayanan jalan tol," ungkapnya.
Dari sisi operasional, lanjut dia, Jasa Marga mencatat puncak arus mudik tertinggi terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 dengan volume mencapai sekitar 270 ribu kendaraan, yang merupakan angka tertinggi arus mudik sepanjang sejarah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: