Lonjakan Wisatawan di Semarang Tertinggi di Jateng, Parkir Destinasi Jadi PR Serius
Lonjakan wisatawan di Kota Lama Semarang selama Lebaran 2026 mencapai 222 ribu pengunjung, naik 24,7 persen dari tahun sebelumnya. Okupansi hotel tembus 95 persen-dok. Pemkot Semarang-Wahyu Sulistiyawan
SEMARANG, Diswayjateng.com — Data kunjungan wisatawan di Kota Semarang disebutkan telah menempati posisi tertinggi di Jawa Tengah. Peningkatan tersebut dipicu oleh momentum libur Lebaran serta kebijakan work from anywhere yang diterapkan pemerintah pusat.
Meski demikian, persoalan pengelolaan parkir di sejumlah destinasi wisata masih dinilai perlu segera dibenahi oleh pemerintah kota.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menyampaikan pekerjaan rumah yang paling utama saat musim liburan adalah pengelolaan parkir.
“Dari Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa Kota Semarang dengan wisatawan adalah yang paling tinggi. Favoritnya masih Kota Lama, dan kunjungan selama libur Lebaran ini meningkat dibandingkan tahun lalu, termasuk okupansi hotel yang naik signifikan pada hari pertama hingga ketiga,” ujar wanita yang akrab disapa Iin, Selasa 31 Maret 2026.
Destinasi wisata unggulan di Kota Semarang masih didominasi kawasan heritage. Kawasan Kota Lama disebut tetap menjadi lokasi favorit wisatawan dibandingkan destinasi lainnya.
Selain Kota Lama, sejumlah objek wisata lain seperti Lawang Sewu, Sam Poo Kong, hingga kawasan pantai juga dilaporkan ramai dikunjungi. Berbagai destinasi tersebut dinilai memiliki daya tarik kuat, terutama dari sisi sejarah dan budaya.
Di tengah tingginya kunjungan wisatawan, kapasitas dan pengelolaan parkir disebut masih belum optimal. Kepadatan kendaraan di sejumlah titik wisata menyebabkan keterbatasan ruang parkir kerap terjadi.
Permasalahan ini dinilai menjadi perhatian serius yang harus segera ditindaklanjuti guna meningkatkan kenyamanan wisatawan ke depan.
Peningkatan kunjungan wisatawan turut berdampak pada tingkat hunian hotel di Kota Semarang. Okupansi hotel dilaporkan mengalami lonjakan, khususnya pada tiga hari pertama Lebaran.
Tingginya tingkat hunian hotel tersebut dinilai dipengaruhi oleh letak geografis Kota Semarang yang berada di tengah wilayah Jawa Tengah, sehingga menjadi titik singgah strategis bagi wisatawan.
Sejumlah destinasi wisata yang dikelola pemerintah kota dilaporkan mengalami peningkatan kunjungan. Di antaranya Jembatan Kaca, Taman Lalu Lintas, Taman Telig, hingga Gua Kreo.
Kehadiran atraksi baru serta kegiatan budaya disebut turut mendorong minat wisatawan. Salah satu kegiatan yang memberikan dampak positif adalah penyelenggaraan event Maha Karya di kawasan Gua Kreo yang ditutup dengan tradisi Sesaji Rewanda.
Namun demikian, tidak semua destinasi mengalami peningkatan. Kebun binatang Semarang Zoo disebut mengalami penurunan jumlah pengunjung dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Lonjakan wisatawan turut memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi, khususnya perhotelan dan restoran yang dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


