Sego Kethek Diperebutkan Warga dalam Tradisi Sesaji Rewanda di Semarang
Warga berebut Sego Kethek, makanan tradisi saat sesaji Rewanda di Area Goa Kreo.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
“Rasanya enak, ada nasi, gereh, sama jantung pisang. Langsung dimakan habis dapat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pengelola Desa Wisata Kandri, Saiful Ansori, menjelaskan bahwa sego kethek merupakan bagian dari tradisi berbagi dalam Sesaji Rewanda. Tidak hanya diperuntukkan bagi kera di kawasan Gua Kreo, sajian tersebut juga dibagikan kepada masyarakat.
“Sego kethek itu bentuk sedekah warga. Jadi kita tidak hanya berbagi dengan kera, tapi juga dengan masyarakat yang hadir di acara ini,” kata Saiful.
Dijelaskan, sego kethek merupakan kuliner khas Kampung Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati. Sajian ini dibungkus daun jati dengan beragam isian seperti nasi, telur, tempe, oseng daun pepaya, singkong, hingga ikan teri.
Penamaan sego kethek sendiri disebut telah digunakan sejak sekitar tahun 2012. Nama tersebut diusulkan untuk memberi identitas pada sajian warga yang sebelumnya belum memiliki sebutan khusus.
“Dulu belum ada namanya, kemudian diusulkan jadi sego kethek karena di sini identik dengan kera,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saiful mengakui adanya kepercayaan masyarakat terkait keberkahan dari sego kethek. Namun, ia mengingatkan agar keyakinan tersebut tidak disikapi secara berlebihan.
“Ada yang merasa usahanya lancar atau mendapat keberkahan setelah makan. Tapi itu jangan dipercaya terlalu dalam,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






