Tinjau GT Kalikangkung, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Arus Balik Idulfitri 1447H/2026 Terkendali
PENJELASAN : Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat memberi penjelasan kepada wartawan ditengah memastikan arus balik Idulfitri 1447H/2026 saat berada di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung. Foto : ist/ Erna Yunus Basri--
SEMARANG, diswayjateng.com - Meninjau langsung kesiapan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan arus balik Idulfitri 1447H/2026 terkendali, Sabtu 28 Maret 2026.
Didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono (Persero) Tbk, Menteri PU juga menegaskan pihaknya terus memastikan kualitas infrastruktur jalan tol tetap terjaga.
"Terutama di tengah kondisi cuaca hujan yang masih berlangsung," kata Dody Hanggodo.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU Wilan Oktavian, Dirlantas Jawa Tengah Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, beserta jajaran terkait.
BACA JUGA: Pakar Penerbangan: Balon Liar Bisa Ganggu Pesawat di Ketinggian 40 Ribu Kaki
Dody memastikan saat ini, jalan tol siap digunakan khususnya dari sisi kualitas.
Sehingga, arus balik Idulfitri 1447H/2026 berjalan terkendali dengan dukungan kesiapan infrastruktur jalan tol yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan di di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang.
Ia menegaskan, perbaikan telah diselesaikan sebelum H-10 Lebaran.
Namun memang curah hujan yang tinggi, volume lalu lintas yang meningkat, masih ditemukannya kendaraan angkutan barang yang melintas saat masa pembatasan.
"Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan seperti lubang," ujarnya.
BACA JUGA: Ledakan Wisata Lebaran 2026! Kota Lama Semarang Diserbu 222 Ribu Pengunjung, Hotel Nyaris Penuh
BACA JUGA: Wahana Jeep dan Kolam Renang Pijar Park Kudus Tak Terkover Asuransi, Ini Komentar Perhutani
Apabila ditemukan kondisi tersebut, Dody telah menginstruksikan agar segera dilakukan perbaikan maksimal dalam waktu 1x24 jam sehingga tidak mengganggu kelancaran arus balik.
Sementara, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa kondisi arus balik saat ini terpantau ramai lancar.
Setelah periode puncak arus 24 Maret 2026 berhasil diantisipasi, peningkatan arus yang terjadi pada 28-29 Maret 2026 juga akan dapat dikelola dengan lebih baik lagi bersama dengan para _stakeholder_ terkait.
Jasa Marga mendukung layanan dan infrastruktur yang optimal, berupaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar dan berkeselamatan selama di jalan tol.
BACA JUGA: Lonjakan Arus Menuju Jakarta Capai 186,61%, Lalu Lintas di GT Kalikangkung Meningkat Signifikan
BACA JUGA: Arus Balik Lebaran 2026 di Batang Masih Ramai, Diprediksi Sampai Akhir Pekan
"Kami memastikan seluruh ruas jalan tol siap melayani masyarakat selama periode arus mudik maupun balik Lebaran 2026, khususnya saat ini bagi pengguna jalan yang akan kembali ke Jakarta," terangnya.
Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga saat ini mendukung sejumlah rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow.
Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan pemantauan lalu lintas terkini melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang dikolaborasikan dengan pantauan petugas di lapangan, khususnya untuk perjalanan menuju Jakarta dari arah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang ABC, Jalan Tol Semarang-Solo hingga Jalan Tol Solo-Ngawi.
BACA JUGA: Hindari Tabrakan, Truk Terguling di Pantura Batang dan Timpa Pengendara Motor
BACA JUGA: One Way Lokal KM 425 Hingga KM 422 Jalan Tol Semarang Seksi A,B,C
Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan infrastruktur juga menjadi fokus utama, termasuk kondisi jalan dan fasilitas _rest area_ guna menunjang kenyamanan pengguna jalan, khususnya saat pemberlakuan rekayasa lalu lintas.
Evaluasi dan penataan rest area terus dilakukan, baik dari sisi pengaturan arus maupun kapasitas.
Pengguna jalan juga dapat mengoptimalkan rest area alternatif di sekitar akses keluar tol di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa.
"Mulai dari Jalan Tol Semarang–Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta–Cikampek KM 72, sehingga tetap memiliki pilihan apabila _rest area_ utama di jalan tol mengalami kepadatan," tambah Rivan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






