BBPOM Semarang Uji 136 Sampel Takjil Ramadan, Hasilnya Bebas Formalin dan Boraks
BBPOM Semarang Uji 136 Sampel Takjil Ramadan, Hasilnya Bebas Formalin dan Boraks-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
“Ini menunjukkan masyarakat dan pelaku usaha sudah mulai sadar untuk memproduksi produk pangan yang aman,” katanya.
Dalam pengujian tersebut, BPOM memeriksa empat parameter bahan berbahaya yang kerap ditemukan pada makanan, yaitu formalin, boraks, Rhodamin B, serta pewarna tekstil metanil yellow.
Formalin biasanya disalahgunakan sebagai bahan pengawet pada produk seperti mie basah maupun olahan ikan. Sementara boraks sering ditemukan pada makanan tertentu seperti bakso atau kerupuk untuk membuat teksturnya lebih kenyal.
“Formalin biasanya digunakan sebagai pengawet pada mie atau produk olahan ikan. Sedangkan boraks sering ditemukan pada bakso atau kerupuk tertentu. Semua parameter tersebut kami uji dan hasilnya negatif,” jelas Rustyawati.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap penggunaan pewarna makanan yang tidak diperbolehkan, seperti Rhodamin B dan metanil yellow yang merupakan pewarna tekstil berbahaya bagi kesehatan.
“Empat parameter bahan berbahaya yang kami uji yaitu boraks, formalin, Rhodamin B dan pewarna kuning metanil. Alhamdulillah semuanya negatif,” ujarnya.
Pengawasan Intensif Selama Ramadan
BPOM menegaskan pengawasan makanan selama Ramadan dilakukan lebih intensif dibandingkan hari biasa. Hal ini karena konsumsi masyarakat meningkat signifikan selama bulan puasa, terutama untuk makanan berbuka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: