Semarang Sulap 149 Taman Kota Jadi Sentra Edukasi Zero Waste

Semarang Sulap 149 Taman Kota Jadi Sentra Edukasi Zero Waste

Ruang Edukasi Sampah: Petugas membersihkan sampah di taman Indonesia Kaya.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan

 

Model ini juga dinilai strategis karena taman kota merupakan ruang komunal lintas generasi dan latar belakang sosial.

 

Pengolahan sampah organik melalui komposter di taman memiliki dampak langsung terhadap pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPA. Selain itu, proses pengomposan mampu menekan produksi gas metana yang biasanya muncul dari timbunan sampah organik di TPA—salah satu gas rumah kaca penyumbang perubahan iklim.

 

Kompos yang dihasilkan pun dapat dimanfaatkan kembali untuk pemupukan tanaman di taman, menciptakan siklus pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

 

Pemkot Semarang mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan taman kota maupun RTH lainnya. Upaya pemerintah menyediakan sarana harus diimbangi dengan kesadaran kolektif.

 

Taman kota bukan hanya ruang bersantai, tetapi juga simbol kualitas hidup perkotaan. Ketika kebersihan terjaga, fungsi ekologis berjalan optimal, dan masyarakat teredukasi, taman kota dapat menjadi wajah kota yang ramah lingkungan.(sul)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: