Puting Beliung Terjang Gisikdrono Semarang, Sejumlah Rumah Rusak
PUTING BELIUNG: Salah satu rumah diterjang puting beliung di Kelurahan Gisikdrono, Kota Semarang.-Wahyu Sulistiyawan-Wahyu Sulistiyawan
Semarang, Diswayjateng.com - Hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang wilayah RT 07 RW 12, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, beberapa hari lalu. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan struktur bangunan.
Berdasarkan pendataan awal di lapangan, kerusakan didominasi atap rumah yang terlepas, genteng beterbangan, hingga rangka atap yang patah.
Beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan sampai sedang dan membutuhkan perbaikan segera, terutama pada bagian yang terdampak langsung terpaan angin kencang.
Meski kerusakan material cukup signifikan, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga terdampak saat ini masih dapat bertahan di rumah masing-masing dengan perlindungan sementara menggunakan terpal.
Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat dan aparatur wilayah setempat. Tim gabungan dari kecamatan, kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta dinas terkait langsung melakukan asesmen untuk menghitung tingkat kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan darurat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti turun langsung meninjau lokasi terdampak guna memastikan penanganan berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana.
“Kami menerima laporan adanya rumah warga di Gisikdrono yang terdampak angin kencang disertai hujan deras. Malam itu juga jajaran kecamatan, kelurahan, BPBD, serta dinas terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.
Menurutnya, langkah awal yang dilakukan meliputi pendataan detail rumah terdampak, penyaluran bantuan logistik darurat, serta distribusi terpal untuk menutup bagian atap yang rusak agar tidak semakin parah jika hujan kembali turun.
“Kami pastikan warga yang terdampak akan mendapat bantuan sesuai ketentuan. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah,” tegas Agustina.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau memeriksa kondisi atap rumah, memperkuat bagian bangunan yang rentan, serta memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang saat diterpa angin kencang.
“Kita tidak bisa menghindari cuaca ekstrem, tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: