Tak Sekadar Cepat, Tapi Terasa Dekat: Cara Jawa Tengah Merawat Pelayanan Publik
Aplikasi JNN yang dikembangkan pemprov Jateng -Istimewa/ Umar Dani -
Informasi cuaca turut disajikan agar perjalanan dapat dipersiapkan dengan lebih tenang. Sejak diluncurkan oleh Gubernur Ahmad Luthfi pada Agustus 2025, JNN mulai menemukan penggunanya.
Hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 7.034 warga telah mengunduh dan memanfaatkan aplikasi ini. Dari sana, ribuan suara masyarakat mengalir.
“Total aduan yang masuk mencapai 9.247 aduan, dan 3.020 di antaranya berasal langsung dari aplikasi JNN,” kata Agung. Angka tersebut menjadi penanda mulai tumbuhnya kepercayaan publik.
Dari total aduan itu, sebanyak 5.449 aduan atau sekitar 59 persen telah diselesaikan. Sisanya masih dalam proses verifikasi dan tindak lanjut.
BACA JUGA:Gubernur Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Bus di Exit Tol Krapyak
BACA JUGA:Ahmad Luthfi Pastikan Jawa Tengah Siap Hadapi Lonjakan Nataru 2025/2026
Bagi Pemprov Jawa Tengah, data tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cermin keterlibatan warga dalam mengawal jalannya pemerintahan.
Meski demikian, teknologi bukanlah jawaban tunggal. Pemerintah menyadari, tidak semua warga merasa nyaman menyampaikan keluhan melalui gawai dan aplikasi. Karena itu, pendekatan fisik tetap dijaga melalui program Kantor Gubernur Rumah Rakyat.
Di ruang ini, warga dapat datang langsung, duduk, berbincang, serta menyampaikan keluhan dan aspirasi tanpa sekat birokrasi. Kantor Gubernur bukan semata simbol kekuasaan, melainkan ruang pelayanan.
“Kantor Gubernur juga menjadi tempat pelayanan langsung kepada masyarakat,” terang Agung. Layanan Rumah Rakyat tidak hanya hadir di Semarang. Titik pelayanan juga tersedia di kantor eks Bakorwil Pati, Solo, dan Banyumas. Pemerintah mendekat ke warga, bukan sebaliknya.
Aduan yang disampaikan masyarakat pun beragam, mulai dari jalan rusak, penerangan umum, fasilitas publik, layanan kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial. Seluruhnya menjadi bentuk partisipasi warga dalam mengontrol kinerja pemerintah.
“Masyarakat memberikan kontrol terhadap program pemerintah. Dengan laporan itu, kekurangan bisa segera dibenahi,” ungkap Agung.
Di titik inilah esensi pelayanan publik bekerja: negara hadir, mendengar, dan bergerak. Dari layar ponsel hingga ruang layanan fisik.
Program JNN dan Kantor Gubernur Rumah Rakyat mencerminkan arah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen—pelayanan yang responsif, inklusif, dan membumi.
Teknologi digunakan bukan untuk menciptakan jarak, melainkan menjembatani, sementara ruang tatap muka tetap dijaga agar negara selalu terasa dekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
