42 Kilometer Jalan di Kabupaten Pekalongan Sudah Diperbaiki, Progres Capai 90 Persen Dari Target

42 Kilometer Jalan di Kabupaten Pekalongan Sudah Diperbaiki, Progres Capai 90 Persen Dari Target

Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, saat meninjau oengecoran jalan di Jalan Watusalam-Buaran (9/9/2026)--Mukhtarom

PEKALONGAN, diswayjateng.id – Perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Pekalongan terus berjalan. Hingga September 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mencatat sekitar 42 kilometer jalan di Kabupaten Pekalongan telah diperbaiki, baik melalui pengaspalan, pengecoran beton maupun paving.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Pekalongan, Faruq, mengatakan capaian tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dari rencana penanganan yang telah disusun.

“Yang sudah dilaksanakan 90 persen dari awal. Baik berupa aspal, beton maupun paving,” kata Faruq saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, total panjang jalan yang telah ditangani dalam program tersebut sekitar 42 kilometer. Capaian itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperbaiki kondisi jaringan jalan yang masih membutuhkan penanganan di sejumlah wilayah.

BACA JUGA:Tawuran Pelajar di Demak Berujung Maut, Satu Tewas dan Empat Anak Diamankan Polisi

BACA JUGA:Restorative Justice Gagal, Kasus Dugaan Penipuan Lomba Tari Berlanjut ke Pengadilan

Berdasarkan data kemantapan jalan Kabupaten Pekalongan 2026, total panjang jalan kabupaten mencapai 697,896 kilometer yang terbagi dalam 235 ruas.

Dari total tersebut, tingkat kemantapan jalan tercatat sebesar 79,05 persen, sedangkan 20,95 persen lainnya masih masuk kategori tidak mantap.

Jika dirinci, jalan dalam kondisi baik mencapai 282,545 kilometer atau 40,49 persen. Jalan dengan kondisi sedang sepanjang 269,165 kilometer atau 38,57 persen.

Sementara jalan rusak ringan mencapai 46,832 kilometer atau 6,71 persen dan jalan rusak berat mencapai 99,354 kilometer atau 14,24 persen. 

BACA JUGA:Kasus Perusakan Rumah Irjen Sofyan Mandek, Polda Jateng dan Kejati Diadukan ke Ombudsman

BACA JUGA:Status Gunung Merapi Siaga, BPPTKG : Berpotensi Memicu Terjadi Awan Panas Guguran

Angka tersebut menunjukkan pekerjaan rumah penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Pekalongan masih cukup besar. Terlebih, jaringan jalan kabupaten membentang hampir 700 kilometer dan tersebar dalam ratusan ruas.

Empat Ruas Dipantau Plt Bupati

Progress penanganan jalan tersebut juga menjadi perhatian Plt Bupati Pekalongan Sukirman. Pada Rabu (9/9/2026), Sukirman bersama sejumlah kepala perangkat daerah meninjau pekerjaan infrastruktur di empat lokasi.

Di antaranya ruas jalan depan SMP Negeri 1 Tirto hingga bawah terowongan rel kereta api Desa Pacar, ruas Bligo-Watusalam, Watusalam-Karangdadap dan Doro-Kroyakan.

Di ruas depan SMP Negeri 1 Tirto hingga terowongan rel Desa Pacar, pekerjaan meliputi pembangunan drainase dan peningkatan badan jalan. Badan jalan masih dalam tahap peninggian sebelum nantinya dilakukan pengecoran.

“Di depan SMP 1 Tirto, tim DPU sudah membuat saluran drainase yang saya kira cukup memadai. Lalu kemudian jalannya sementara masih dalam tahap peninggian dulu. Nanti setelah itu dicor. Tidak lama lagi lah, bismillah,” ujar Sukirman.

Persoalan drainase juga menjadi perhatian di bawah rel kereta api. Pemkab menyebut pembangunan gorong-gorong dan saluran air di lokasi tersebut diharapkan dapat mengurangi genangan yang selama ini mengganggu pengguna jalan.

Sementara di ruas Bligo-Watusalam, pekerjaan jalan telah selesai dilakukan. Sukirman mengatakan perbaikan ruas tersebut merupakan bagian dari aspirasi masyarakat.

“Jalan yang sebelumnya disampaikan masyarakat sebagai aspirasi, alhamdulillah sudah kita perbaiki. Sekarang sudah lebih halus dari Bligo sampai Watusalam. Mari kita rawat dan jaga bersama-sama. Jangan digunakan untuk trek-trekan,” katanya.

Adapun pekerjaan di ruas Watusalam-Karangdadap masih berlangsung. Progresnya sekitar 36 persen dengan nilai pekerjaan kurang lebih Rp5,8 miliar untuk panjang jalan sekitar 1,575 kilometer.

Jalan tersebut menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Pekerjaan ditargetkan selesai pada November 2026.

“Ini sudah berproses sekitar 36 persen. Menurut tim pengawas, konstruksinya sudah representatif dan sesuai aturan. Kita tunggu sampai 21 hari untuk perawatan, kemudian dilanjutkan ke sisi sebelahnya,” ujar Sukirman.

Jalan Doro-Kroyakan Selesai

Sementara itu, ruas Jalan Doro-Kroyakan telah selesai dikerjakan dan memasuki tahap pemeriksaan kualitas konstruksi. Pemeriksaan ketebalan jalan dilakukan menggunakan alat ukur. Sukirman mengatakan hasil pengukuran awal menunjukkan konstruksi telah memenuhi ketentuan.

“Pengaspalan jalan Doro Kroyakan ini kalau dari ukuran ketebalan memang sudah sesuai, bahkan ada kelebihan begitu. Nah, tinggal nanti uji lab-nya itu soal kualitas kepadatan dan seterusnya,” katanya.

Ruas Doro-Kroyakan memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar lima meter dan merupakan salah satu akses menuju wilayah Petungkriyono. Sukirman mengatakan perhatian terhadap infrastruktur juga diarahkan ke wilayah atas Kabupaten Pekalongan, termasuk kebutuhan jalan dan jembatan.

“Ini akses utama juga menuju ke Petungkriyono. Nah, tinggal nanti kita berpikir bagaimana daerah atas Petungkriyono ini juga yaitu jalan yang bisa kita lewati itu, termasuk jembatan Bailey,” ujarnya.

Sukirman menegaskan penanganan jalan di Kabupaten Pekalongan dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan dan kemampuan anggaran daerah. Menurutnya, penentuan ruas yang ditangani tidak semata-mata berdasarkan ruas jalan yang ramai diperbincangkan atau viral di media sosial.

“Sesungguhnya semua jalan adalah prioritas dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. PU sudah mengatur sedemikian rupa, Bapperida sudah mengatur anggarannya hanya proses waktu. Jadi, viral atau tidak viral, jalan-jalan yang ada di Kabupaten Pekalongan insyaallah terus bertahap kita perbaiki,” katanya.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait