Badan Geologi Undang Lima Daerah Evaluasi Aktifitas Gunung Merapi
KUNJUNGAN - Badan Geologi sempat berikan sosialisasi evaluasi aktifitas Gunung Slamet bareng BPBD Kabupaten Tegal.--
SLAWI, diswayjateng.com - Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral bakal mengundang 5 daerah untuk menggelar sosialisasi dan evaluasi terkait aktifitas Gunung Slamet.
Sesuai rencana sosialisasi akan dilakukan di Purwoketo dengan mengundang Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Pemalang, Banyumas, dan Purbalingga.
Plt Kalak BPBD, M Afifudin didampingi Kabid I Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Agung Pramono menyebut Badan Geologi sempat bertandang ke BPBD Kabupaten Tegal untuk menyampaikan evaluasi terkait aktifitas Gunung Slamet.
"Hingga akhir Maret 2026, aktivitas seismik Gunung Slamet masih bersifat fluktuatif, didominasi oleh gempa-gempa dangkal (gempa frekuensi rendah dan tremor menerus) tanpa disertai adanya erupsi maupun perubahan visual yang signifikan," ujarnya Selasa (14/4).
Di kesempatan itu juga dijelaskan bahwa adanya perubahan visual di kawah Gunung Slamet, berupa hembusan gas berwarna putih dengan tinggi maksimumsekitar 300 meter di atas bibir kawah.
"Hingga saat ini, hembusan gas teramati keluar secara terus menerus, yang mengindikasikan adanya aktivitas degassing, yaitu pelepasan gas-gas magmatik dari magma ke permukaan melalui kawah," katanya.
Dan berdasarkan hasil analisis citra termal kawah Gunung api Slamet teramati adanya peningkatan suhu maksimum.
Kenaikan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas termal kawah.
"Sebaran anomali panas pada tahun 2024 masih terlokalisir di bagian pusat kawah, sedangkan pada tahun 2026, berkembang menjadi lebih luas dan membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah. Perubahan pola sebaran suhu mengindikasikan berkembangnya sistem rekahan. Perluasan area anomali termal ini menunjukkan peningkatan intensitas proses degassing di kawasan kawah," ungkapnya.
Hasil pengamatan dan analisis data-data pemantauan menunjukkan adanya peningkatan tekanan di bawah tubuh gunungapi, yang memicu munculnyagempa-gempa dangkal, yang meningkatkan kemungkinan terjadinya erupsi.
Potensi ancaman bahaya saat ini adalah erupsi yang menghasilkan abu dan hujan lumpur serta lontaran material pijar yang melanda daerah sekitar puncak di dalam radius 3 km atau hembusan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak.
Hujan abu dapat terjadidi sekitar kawah maupun melanda daerah yang ditentukan oleh arah dan kecepatan angin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



