Batik Tegal Semakin Terpuruk, Banyak Perajin yang Gulung Tikar

Batik Tegal Semakin Terpuruk, Banyak Perajin yang Gulung Tikar

BATIK TEGAL - Moh. Irfan menunjukkan Batik Tegal yang kini kian punah setelah hadirnya Batik Printing.--

Lebih dari sekadar usaha, batik bagi Irfan adalah warisan. Ia mewarisi keterampilan itu dari orang tua dan leluhurnya. Namun kini, warisan tersebut berada di ambang kepunahan.

“Saya sangat miris. Dulu batik Tegal itu eksis, sekarang seperti mau hilang ditelan zaman,” ucapnya, matanya menyiratkan kegelisahan.

Ia berharap, ada langkah nyata dari pemerintah untuk menyelamatkan batik Tegal. Tak hanya membeli produk, tetapi juga memberikan pelatihan dan bantuan alat agar para perajin bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kalau ada pelatihan dan bantuan mesin printing, mungkin kami bisa bangkit lagi. Biar batik Tegal tetap hidup,” katanya.

Di Desa Bengle, bara itu belum sepenuhnya padam. Masih ada segelintir perajin yang bertahan, menjaga tradisi di tengah gempuran modernisasi.

Namun tanpa dukungan yang kuat, bukan tidak mungkin, dalam waktu dekat, canting-canting itu benar-benar akan berhenti menari.

Dan ketika itu terjadi, yang hilang bukan sekadar kain bermotif, melainkan identitas, sejarah, dan denyut budaya yang pernah hidup di tanah Tegal.

"Saat ini Batik Tegal seperti hidup segan, matipun enggan," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: