Ramainya Lomban, Tradisi Lomba Dayung yang Eksis Di Batang Sejak 1970-an

Ramainya Lomban, Tradisi Lomba Dayung yang Eksis Di Batang Sejak 1970-an

Lomban, tradisi lomba dayung khas Batang yang dilaksanakan tiap H2 Lebaran, Minggu, 22 Maret 2026-ist-

Menurutnya, lomba dayung memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata sekaligus pelestarian budaya lokal.

Ia menilai, tanpa intervensi besar pun kegiatan ini sudah mampu menarik perhatian luas.

Pemerintah Kabupaten Batang kini menargetkan peningkatan kualitas event Lomban.

Pembenahan infrastruktur, terutama fasilitas penonton, menjadi prioritas.

Selain itu, kolaborasi dengan KONI juga didorong untuk meningkatkan kualitas kompetisi.

Faiz berharap ke depan akan lahir atlet dayung berprestasi dari Batang.

“Kami ingin ada atlet yang bisa tampil di tingkat nasional,” katanya.

Pemkab juga membuka peluang kerja sama dengan kementerian agar event ini masuk kalender nasional.

Perencanaan ke depan akan dibuat lebih matang.

Sistem pendaftaran dirancang berbasis online untuk menjangkau peserta lebih luas.

Nilai hadiah juga akan ditingkatkan guna menambah daya tarik.

Selain aspek event, kondisi Sungai Sambong turut menjadi perhatian.

Pemerintah berencana melakukan pengerukan sungai secara bertahap.

Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran lomba, terutama saat musim hujan.

Bagi Faiz, lomba dayung bukan sekadar hiburan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait