Mulai 2026 Masuk Wisata Guci Tegal Harus dengan QRIS

Mulai 2026 Masuk Wisata Guci Tegal Harus dengan QRIS

JELASKAN - Kepala Dinas Porapar menjelaskan penerrapan Qris restribusi masuk DTW Guci.--

SLAWI, diswayjateng.com - Terhitung sejak 1 Januari 2026, retribusi masuk Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hanya bisa dibayar secara nontunai menggunakan QRIS. Disini pengunjung bisa memindai kodebar atau barcode menggunakan dompet digital (e-wallet) maupun m-banking.

Penerapan pembayaran cashless ini sempat membuat antrean kendaraan di pintu masuk Guci Tegal, Sabtu (3/1). Banyak dari pengunjung yang belum siap membayar secara nontunai sehingga perlu waktu mengeluarkan handphone atau mengisi saldo dompet digital mereka.

Dinas Porparar melalui UPTD Guci telah menyediakan kios mini yang  dimanfaatkan menjadi mini ATM 489 sebagai tempat pengunjung mengisi saldo dompet digital atau top up.

Pengelola menerima pembayaran tiket masuk menggunakan aplikasi Gopay, Shopee Pay, Dana, Ovo, Livin Mandiri, Brimo, dan aplikasi lain dari bank penyedia QRIS.

BACA JUGA:Warga Keluhkan Guci Jadi Wisata 1000 Tiket, Bupati Tegal Turun Tangan

BACA JUGA:Areal Pancuran 5 Guci Tegal Sudah Dibuka untuk Umum

Kepala Dinas Porapar Ahmad Uwes Qoroni didampingi kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal Satriyo Pribadi membenarkan bahwa pembayaran cashless 100 persen di Guci berlaku mulai 1 Januari 2026.

"Sejauh ini berjalan lancar meski masih terjadi beberapa kendala lantaran banyak pengunjung terbiasa membayar secara tunai. Di tiga hari pertama awal tahun baru sebagian besar pengunjung masih belum siap sehingga terjadi antrean kendaraan di loket, namun langsung berhasil kita urai tapi langsung kami urai," ujarnya.

Pihaknya menyediakan mini ATM untuk membantu top-up saldo dan membantu pengunjung yang kesulitan mengakses. "Pembayaran retribusi masuk Guci Tegal secara nontunai sebetulnya sudah diawali sejak tahun 2019. Namun, karena banyak terjadi kendala, baik teknis maupun sumber daya manusia (SDM) maka baru bisa direalisasikan secara maksimal pada awal tahun 2026," terangnya.

Pihaknya berharap ke depan, bisa melayani secara maksimal dan pengunjung juga mulai terbiasa. "Tercatat, pada tanggal 1 Januari 2026, dari 4.000 pengunjung, sekitar 2.300 orang yang melakukan pembayaran nontunai. Sisanya, masih ditoleransi dengan layanan semi digital yaitu pencatatan sudah secara digital tapi pembayaran tunai," ungkapnya.  

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait