PMII Sultan Fatah Demak Mulai Babak Baru, Pengurus Dituntut Lebih Progresif
Pengurus PMII Komisariat Sultan Fatah Demak masa khidmat 2026–2027 bersama jajaran tamu undangan usai pelantikan di PCNU Demak.-Foto: Samsul-
DEMAK, diswayjateng.id — Bukan sekadar mengganti nama dalam struktur kepengurusan. Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Sultan Fatah Demak masa khidmat 2026–2027 adalah penanda dimulainya babak baru gerakan mahasiswa. Pengurus baru dituntut lebih progresif dan mampu menjawab persoalan di tengah masyarakat.
Pelantikan yang digelar di Gedung PCNU Demak tersebut mengusung tema “Dari Nilai Menuju Aksi: Membangun Komisariat yang Progresif dan Transformatif.”
Tema itu adalah pesan sekaligus tantangan bagi kepengurusan baru. Nilai-nilai yang selama ini menjadi dasar pergerakan PMII diharapkan tidak berhenti dalam ruang diskusi maupun forum kaderisasi, tetapi diwujudkan melalui aksi dan kontribusi nyata.
BACA JUGA:Polisi Minta Warga Pemalang Tak Sebar Foto Orang yang Dituding Pelaku Dugaan Perundungan Aqib
Risma Aulia dipercaya menjadi Ketua PMII Komisariat Sultan Fatah Demak untuk masa khidmat 2026–2027. Sedangkan Siti Inarotun Niayah dipercaya memimpin KOPRI PMII Komisariat Sultan Fatah.
Risma mengatakan, kepengurusan baru ingin membawa komisariat menjadi organisasi yang tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu merespons dinamika sosial di luar kampus.
“Melalui kepengurusan baru ini, PMII Komisariat Sultan Fatah Demak berkomitmen menghadirkan gerakan yang lebih progresif, transformatif, serta mampu menjawab kebutuhan kader dan dinamika masyarakat,” ujar Risma, Minggu (4/10/2026).
Bagi PMII, kaderisasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menciptakan ruang belajar yang mendorong kader berani berpikir, berdiskusi, menyampaikan gagasan, sekaligus terlibat dalam persoalan sosial.
Anggota IKA-PMII Demak sekaligus senior PMII Komisariat Sultan Fatah, Ahmad Syafiq, mengingatkan agar pelantikan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
“Kami berharap kepengurusan yang baru tidak berhenti pada agenda administratif dan seremonial. Pelantikan harus menjadi titik awal untuk membangun tradisi intelektual, memperkuat kaderisasi, serta melahirkan kader-kader yang memiliki keberanian untuk berpikir kritis dan mengambil peran di tengah masyarakat,” kata Syafiq.
Ia menilai keberadaan komisariat harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi kader. Bukan hanya membentuk kemampuan berorganisasi, tetapi juga membangun keberanian untuk membaca persoalan dan memberikan respons atas berbagai perubahan yang terjadi.
BACA JUGA:Proyek Giant Sea Wall Jawa Tengah Diprotes, Dianggap Berpotensi Matikan RUang Hidup Masyarakat Pesisir BACA JUGA:Truk Pengangkut Keranjang Parcel Terbakar di Mijen Demak, Kerugian Capai Rp250 Juta
Sementara itu, Ketua PC PMII Demak M Saihur Rizal menegaskan bahwa jabatan dalam kepengurusan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang membawa tanggung jawab terhadap keberlangsungan kaderisasi dan perjuangan organisasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



