Penyebab Diduga Listrik

Penyebab Diduga Listrik

KEJADIAN - Sebuah meteran listrik berdaya 7.700 Watt milik Kafe Halu di Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terbakar pada Minggu (20/9/2026) malam. -dok.istimewa ---

KUDUS, diswayjateng.id — Sebuah meteran listrik berdaya 7.700 Watt milik Kafe Halu di Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terbakar pada Minggu (20/9/2026) malam. Insiden tersebut diduga dipicu oleh kelebihan beban pemakaian (overload) yang memicu korsleting pada jaringan instalasi.

Meski tidak memakan korban jiwa maupun luka, peristiwa yang terjadi di area pintu masuk kafe tersebut sempat menyita perhatian warga dan pengunjung. Kerugian materiil akibat kerusakan unit meteran diperkirakan mencapai Rp2 juta.

BACA JUGA:  Sempat Ditahan di Polda Jateng, Penahanan Bos Koperasi BLN Nicho Dipindahkan ke Rutan Surakarta

BACA JUGA:  Polisi Gerebek Kos Di Banyuurip Purworejo, Pemuda 22 Tahun Ditangkap Bawa Ratusan Pil

Kepala Kepolisian Sektor Kudus AKP Rusmanto menyampaikan, insiden bermula sekitar pukul 20.30 WIB. Seorang juru parkir kafe, Wahyu Hidayat, yang sedang bertugas di area depan mendengar suara ledakan kecil yang disusul munculnya percikan api dari arah pintu masuk.

"Saat diperiksa, meteran listrik diketahui sudah dalam kondisi terbakar. Saksi kemudian segera masuk ke area kafe untuk meminta bantuan," ujar Rusmanto saat dikonfirmasi.

Melihat kobaran api, salah satu saksi, M. Setiaji, berusaha memadamkan api secara manual menggunakan kain basah pada pukul 20.32 WIB. Namun, upaya tersebut langsung dihentikan karena aliran listrik di area meteran masih terhubung dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Penanganan baru berlanjut setelah petugas PT PLN (Persero) tiba di lokasi sekitar pukul 20.37 WIB untuk memutus kabel jaringan utama yang mengalir ke meteran.

"Setelah aliran listrik dipastikan terputus dan kondisi aman, tim memadamkan sisa kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Proses pemadaman berlangsung kurang dari lima menit," kata Rusmanto.

Edukasi Beban Listrik

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran tersebut disinyalir terjadi akibat penggunaan beban listrik yang melebihi kapasitas daya terpasang. Kondisi ini membuat kabel mengalami panas berlebih (overheating), hingga memicu arus pendek dan percikan api pada unit meteran.

BACA JUGA:  Bupati Lilis Terima Tino, Warga Kebumen Korban TPPO Kamboja: 15 Jam Kerja, Ditahan 8 Bulan

BACA JUGA:  Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Saat Makan Bakso

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi para pemilik tempat usaha maupun pengelola fasilitas publik dalam mengelola instalasi ketenagalistrikan. Penggunaan alat-alat elektronik berdaya tinggi yang tidak seimbang dengan kapasitas jaringan rawan memicu bahaya kebakaran.

Selain itu, insiden ini menggarisbawahi pentingnya prosedur keselamatan dalam penanganan darurat. Masyarakat diimbau untuk tidak menyiramkan air atau menggunakan kain basah pada area kebakaran listrik sebelum aliran utama dipastikan benar-benar padam oleh petugas berwenang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: