Bupati Blora Susuri Rumah Mbah Samijah dan Dua Cucu yang Spesial

Bupati Blora Susuri Rumah Mbah Samijah dan Dua Cucu yang Spesial

Bupati Blora di rumah Mbah Samijah dan dua cucunya yang difabel, Selasa 15 September 2026-ist. Diskominfo Blora-

Arief juga mengapresiasi keberadaan relawan sosial yang selama ini ikut membantu masyarakat di tingkat desa. Jumlah relawan IPSM di Kabupaten Blora saat ini mencapai sekitar 150 orang.

Kehadiran para relawan dinilai penting karena persoalan sosial kerap ditemukan langsung dari lingkungan masyarakat. Mereka dapat menjadi penghubung antara warga yang membutuhkan bantuan dengan pemerintah maupun lembaga sosial.

Untuk keluarga Samijah, bantuan awal datang dari Baznas Kabupaten Blora. Ketua Baznas Kabupaten Blora H. Sutaat mengatakan pihaknya menyalurkan Rp20 juta yang akan digunakan untuk rehabilitasi rumah tersebut.

"Dari Baznas ada bantuan Rp20 juta untuk rehab rumah Bu Samijah. Ada juga bantuan dari Dinsos P3A berupa kasur, selimut, bantal, dan peralatan dapur," kata Sutaat.

Bantuan itu tidak hanya menyasar rumah. Dinas Sosial P3A juga memberikan sejumlah kebutuhan dasar rumah tangga berupa kasur, selimut, bantal, dan peralatan dapur.

Arief kemudian meminta Kepala Desa Gagakan ikut mengawal rencana perbaikan rumah. Ia mendorong masyarakat sekitar terlibat melalui gotong royong agar penanganan rumah Samijah dapat berjalan bersama.

"Pak lurah, tolong segera dikawal. Dengan gotong royong masyarakat, rumah yang tidak layak ini semoga segera bisa dibangun menjadi rumah yang layak untuk ditinggali," ujarnya.

Kisah keluarga Samijah sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru bagi pemerintah maupun lembaga sosial. Sutaat mengatakan keluarga tersebut sebelumnya juga pernah mendapatkan bantuan terkait rumah tidak layak huni.

Pada 2024, rumah anak pertama Samijah yang berada di sebelah rumahnya telah mendapatkan bantuan bedah rumah. Kini, perhatian kembali diarahkan pada rumah yang ditempati Samijah bersama keluarganya.

Di balik bantuan rehabilitasi rumah tersebut, ada persoalan lain yang juga perlu dikawal, yakni keberadaan dua cucu Samijah yang mengalami disabilitas sejak lahir.

Karena itu, kunjungan Arief tidak berhenti pada penyerahan bantuan. Ia meminta Dinas Sosial, Baznas, dan pihak terkait tetap memperhatikan kondisi keluarga tersebut.

Rumah Samijah mungkin hanya satu dari persoalan sosial yang ditemukan di desa. Namun, dari laporan sederhana tentang tempat tinggal, perhatian kemudian mengarah pada kebutuhan keluarga yang lebih luas.

Arief pun meminta persoalan seperti itu terus disampaikan dari lapangan. Baginya, sinergi pemerintah, relawan, media, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan keluarga yang membutuhkan tidak luput dari perhatian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait