Menanti Uluran Tangan di Rumah Bambu Rapuh Blora

Menanti Uluran Tangan di Rumah Bambu Rapuh Blora

Samijah (71), warga Desa Gagakan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tersebut harus menjalani hidup seorang diri dalam ketidakberdayaan ekonomi. - diswayjateng/ezra ---

Secara kumulatif di tingkat Kabupaten Blora, jumlah penduduk yang masuk dalam Desil 1 mencapai 116.544 warga. Adapun pada kelompok Desil 2 tercatat 117.002 warga dan Desil 3 sebanyak 87.886 warga.

Potret beban kerentanan sosial ini sejatinya telah tergambar sejak rekapitulasi awal DTSEN Blora per Maret 2025. Saat itu tercatat ada 330.664 keluarga atau 928.495 individu yang terdata dalam pangkalan data tersebut.

Berdasarkan rincian data keluarga pada Maret 2025, kelompok Desil 1 dihuni 34.513 keluarga (86.374 individu), Desil 2 sebanyak 35.709 keluarga (101.638 individu), dan Desil 3 mencapai 38.289 keluarga (105.382 individu). Adapun Desil 4 diisi 35.090 keluarga (101.534 individu) serta Desil 5 sebanyak 35.082 keluarga (95.415 individu).

BACA JUGA:  MTQ Nasional XXXI: Qari Disabilitas Netra Semarang Ikut Berlomba, Bukan Sekadar Mengejar Juara

BACA JUGA:  Enam Bulan di Huntara, Pahruri Dihantui Retakan Tanah dan Ketidakpastian Huntap

"Secara keseluruhan, data ini menunjukkan masih besarnya jumlah penduduk pada kelompok desil bawah dan menengah yang memerlukan perhatian serta intervensi berkelanjutan," ujar Luluk.

Melihat gambaran angka-angka kerentanan sosial tersebut, harapan kini bertumpu pada kepekaan pemangku kebijakan lokal. Bagi Samijah, program penanganan rumah tidak layak huni menjadi satu-satunya asa agar ia dapat menikmati sisa hidupnya dengan lebih aman dan layak.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Gagakan Sugiarto belum memberikan konfirmasi maupun tanggapan resmi mengenai langkah penanganan warga di desanya yang hidup dalam keterbatasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait