Aksi Brutal Duda Depresi di Grobogan Tewaskan Lansia dan Lima Korban Terluka
Tangkapan layar CCTV memperlihatkan pelaku mengamuk di jalanan kampung sambil membawa parang. --
Aksi pelaku semakin brutal dan menyerang sejumlah warga yang ditemuinya di jalanan. Kondisi itu membuat ketakutan warga dan berupa kabur menyelamatkan diri.
Warga pun ada yang meninggalkan sepeda motornya begitu saja, karena takut dibacok pelaku. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku dan menaikinya.
Pelaku sempat berhenti dan mendatangi dua warga lansia. yang duduk di teras rumah. Parang pelaku pun disabetkan kepada kedua korban.
Karena aksi pelaku makin meresahkan, warga pun beramai ramai menangkapnya. Setelah berhasil ditangkap, kedua tangan pelaku diikat agar tidak kabur lagi.
Sejumlah korban yang terluka berdarah darah akibat bacokan parang, selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr R Soedjati Purwodadi Grobogan.
Korban terluka bernama Markini (63), Nyami (65), Abu (80), Darsih (62), Karni (80). Selain itu, Suroto (65) ayah kandung pelaku. 
Pelaku ditangkap warga dan selanjutnya dibawa ke Mapolsek Kradenan. --
Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Grobogan melalui Kapolsek Kradenan AKP Edy Sutarjo, membenarkan kejadian yang membuat satu korban meninggal dunia.
Menurut AKP Edy, korban meninggal dunia bernama Abu binti Jamin (80). Perempuan lansia itu meninggal dunia pukul 06.15 WIB.
"Korban mengalami luka pada kepalanya. Ia meninggal dunia, setelah sempat dirawat di rumah sakit, " terang Edy kepada wartawan.
Edy menjelaskan, Abu adalah salah satu dari enam orang korban pembacokan pelaku. Sejumlah korban luka luka lainnya telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Sedangkan satu korban bernama Karni (80), sudah dipulangkan usai dirawat di rumah sakit. Korban mengalami luka pada pipi kanan.
Edy menyebut bahwa pelaku sempat mengalami depresi berat. Pelaku juga diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi.
"Terkait gangguan jiwa atau seperti apa, itu nanti akan diterangkan oleh ahli dari RSUD. Tetapi pelaku ini depresi berat karena berpisah dengan istrinya, dan sering kambuh. Ada epilepsi juga," terang Edy.
Pelaku akhirnya ditangkap warga di rumah salah satu korban Karni. Kemudian ada warga yang melaporkannya ke Bhabinkamtibmas Desa Sengonwetan.
Aparat Polsek Kradenan selanjutnya bergegas mendatangi lokasi. Pelaku pun dibawa ke Mapolsek Kradenan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


