RSUD Soewondo Pati Berbenah, Bupati Sudewo: Lebih Bersih dan Pelayanan Makin Cepat
Bupati Sudewo rutin melakukan kunjungan kerja ke RSUD Soewondo Pati pastikan layanan kesehatan berjalan prima. --
Pembaruan alat kesehatan menjadi salah satu prioritas, agar pelayanan medis di RSUD Soewondo semakin optimal.
“Nanti alat kesehatannya akan ada pemutakhiran yang baru-baru", tambahnya.
Sudewo berharap dengan evaluasi rutin dan dukungan pembaruan fasilitas, RSUD RAA Soewondo terus meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pati.
Pelayanan yang cepat, bersih dan didukung peralatan memadai, kata Sudewo, merupakan kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap rumah sakit daerah. 
Perubahan besar besaran tampak dari tata kelola dan perwajahan bangunan dan fasilitas di RSUD milik Pemkab Pati.--
Kebijakan Sudewo Picu Kontroversi
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Pati Sudewo memerintahkan Direktur RSUD Soewondo melakukan rasionalisasi pegawai non ASN, sampai dalam jumlah yang rasional.
BACA JUGA:Kelompok Tani di Pati Terima Hibah Alsintan dari Kementan, Target Panen 10 Ton Per Hektare
BACA JUGA:Bencana Besar di Kudus Makin Mengerikan, Bupati Samani Terapkan Status Tanggap Bencana
Langkah itu demi efisiensi dan untuk akselerasi atau percepatan pelayanan prima di UPT RSUD RAA Soewondo Pati.
"Karena (pegawai non ASN) jumlahnya sangat berlebih, ada sekitar 500-an. Logikanya cukup hanya dengan 200-an", ujar Sudewo pada 21 Maret 2025 lalu.
Langkah itu diambil Sudewo sebagai bentuk efisiensi terhadap berbagai pengeluaran. Kala itu, Ia mengakui bahwa kondisi keuangan RS setempat sangat memprihatinkan.
Meskipun pegawai non ASN digaji oleh RSUD Soewondo melalui sistem BLUD dan bukan digaji dari APBD, imbuh Sudewo, justru membuat keuangan rumah sakit menjadi terbebani.
"Pendapatan rumah sakit yang minim bahkan berdampak pada pelayanan yang kurang baik. Contoh ada 10 ruang operasi yang 7 off karena rusak akibat tidak ada uang untuk memperbaiki", terang Sudewo.
Selain itu, sambung Sudewo, sejumlah kamar pasien dan ruang tunggu pun pengap, karena tidak dipasang AC atau sengaja AC-nya dimatikan.
"Untuk membuat gedung rawat inap dan poliklinik baru pun tidak bisa, karena tidak ada uangnya", tutur Bupati Pati.
Langkah merenovasi besar-besaran RSUD Soewondo, Sudewo telah menyiapkan anggaran Rp 42,5 miliar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:








