Kasus DBD di Kudus Turun Tajam, DKK Minta Warga Tetap Waspada
Ilustrasi Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kudus. - dok.istimewa ---
KUDUS, diswayjateng.id – Kabar baik datang dari Kabupaten KUDUS. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kretek menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2026 ini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus hingga Oktober 2026, tercatat ada 89 kasus DBD. Menariknya, dari puluhan kasus tersebut, belum ada satupun pasien yang dilaporkan meninggal dunia (nihil).
Angka ini merosot tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 353 kasus DBD dengan satu korban jiwa.
BACA JUGA: Hujan Mulai Turun, BPBD Blora Masih Salurkan Air Bersih hingga 12 Tangki Per Hari
BACA JUGA: Fraksi PKS Tegal Bongkar Dugaan Asusila Terselubung, Lokasi Berkedok Kawasan Angkringan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Kudus, Seno Hartono, mengungkapkan bahwa puluhan kasus tahun ini tersebar di wilayah kerja 19 puskesmas se-Kabupaten Kudus.
Berdasarkan pemetaan, kasus terbanyak ditemukan di wilayah Puskesmas Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, dengan 12 kasus. Disusul kemudian oleh wilayah Kecamatan Dawe sebanyak 11 kasus, dan Kecamatan Jati dengan 10 kasus.
"Kalau dibandingkan Januari sampai Desember 2025, trennya memang terlihat menurun. Januari sampai Oktober 2026 ada 89 kasus," ujar Seno.
Jika dirinci per bulan, kasus DBD tertinggi pada tahun ini terjadi pada Januari dengan 16 kasus. Angka tersebut kemudian berangsur fluktuatif: Februari (10 kasus), Maret (7 kasus), April (5 kasus), Mei (10 kasus), Juni (6 kasus), Juli (8 kasus), Agustus (7 kasus), September (8 kasus), hingga Oktober tercatat ada 12 kasus.
Menurut Seno, faktor cuaca menjadi salah satu variabel utama di balik penurunan kasus ini. Sepanjang 2026, wilayah Kudus mengalami kemarau panjang, berbeda dengan tahun 2025 di mana intensitas hujan jauh lebih tinggi yang memicu banyaknya genangan air tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Kendati demikian, pihak DKK Kudus tetap meminta masyarakat tidak lengah. Pasalnya, peralihan musim atau datangnya musim hujan yang sudah di depan mata berpotensi memicu lonjakan populasi nyamuk pembawa virus dengue tersebut.
Seno juga mengingatkan agar para orang tua memberikan perhatian ekstra kepada anak-anak, yang selama ini menjadi kelompok paling rentan terhadap serangan DBD karena faktor daya tahan tubuh.
BACA JUGA: Polisi Sita 21 Botol Miras dari Lima Lokasi di Talun dan Bojong Pekalongan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
