Sehari Bisa 18 Kali, Kebakaran Lahan Di Rembang Tembus 100 Kasus

Jumat 06-11-2026,21:29 WIB
Reporter : Ezra Vandika
Editor : Laela Nurchayati

REMBANG, diswayjateng.id – Ancaman si jago merah benar-benar bikin deg-degan warga Kabupaten Rembang sepanjang kemarau tahun 2026 ini. 

Bagaimana tidak, kasus kebakaran lahan di wilayah berjuluk Kota Garam ini sudah menembus angka seratusan titik dan membuat petugas pemadam kebakaran harus siaga 24 jam nonstop tanpa kenal lelah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, lebih dari 100 kasus kebakaran lahan tercatat sejak Juni hingga awal November 2026.

Bahkan, pada rentang waktu 7 Juni hingga 23 September 2026 saja, tercatat sudah ada 86 kejadian yang tersebar di 14 kecamatan. Angka tersebut tentu saja belum termasuk akumulasi kejadian sepanjang Oktober hingga November 2026 ini.

BACA JUGA:  Sepeda Motor Digondol Maling Saat Diparkir di Teras Rumah, Polisi Berhasil Amankan Pelaku

BACA JUGA:  Koleksi Museum Glagah Wangi Demak Menyimpan Sejarah Besar, Tata Kelola Justru Jadi PR

Sekretaris BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, mengungkapkan bahwa fenomena kebakaran lahan ini memang sangat marak terjadi selama musim kemarau. Dalam sehari, laporan yang masuk ke posko darurat bisa terjadi minimal tiga kali, dan tak jarang meledak hingga belasan kali dalam sehari.

"Untuk kebakaran lahan, itu kita laporan masuk sehari bisa sampai 14-18 kejadian. Sehari itu hampir-hampir minimal tiga kali," ujar Luthfi saat dikonfirmasi, Jumat (6/11/2026).

Berdasarkan pemetaan BPBD, ada tiga wilayah yang tercatat paling sering dilanda kebakaran lahan, yakni Kecamatan Rembang, Kecamatan Lasem, dan Kecamatan Sulang.

Luthfi membeberkan, sebagian besar insiden kebakaran lahan ini dipicu oleh ulah manusia. Mulai dari kebiasaan membakar sampah sembarangan hingga kesengajaan membakar sisa panen yang akhirnya merembet tak terkendali ke lahan milik orang lain.

BACA JUGA:Diduga Rem Blong, Truk Trailer Muatan 25 Ton Kayu Arang Terguling Timpa Motor di Boyolali

BACA JUGA:Alami Pecah Ban Belakang Kanan, Bus Bandung Express Terguling Di Ambarawa, Seorang Terluka

"Kebakaran lahan kebanyakan memang disengaja, Mas. Karena biasanya bakar sampah atau biasanya kalau habis panen tebu kayak gitu, biasanya memang dibakar. Tapi kita juga mengimbau kepada masyarakat, paling tidak untuk disekat dulu kanan kirinya biar tidak melebar," tegasnya.

Untuk menjinakkan amukan api yang mengancam keselamatan warga dan lingkungan, BPBD Kabupaten Rembang mengerahkan kekuatan penuh dengan menyiagakan sejumlah armada pemadam kebakaran serta menggandeng berbagai instansi terkait.

"Mulai tim TRC, Damkar, Damkar pos induk sama Damkar pos Sedan. Itu teman-teman sudah enggak berhenti, sehari 24 jam itu mau jam berapapun kita berangkat," pungkas Luthfi.

Kategori :