Gol Kontroversial Picu Chaos! Wasit Dikejar hingga Diduga Dipukul di Kejurkab Demak

Kamis 05-11-2026,05:25 WIB
Reporter : Samsul Ma'arif
Editor : Laela Nurchayati

DEMAK, diswayjateng.id – Keputusan asisten wasit mengesahkan gol Karangawen memicu kericuhan dalam pertandingan babak delapan besar Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Piala Bupati PSSI Kabupaten Demak. Bahkan, video yang memperlihatkan seorang asisten wasit dikejar sejumlah orang hingga diduga dipukul viral di media sosial.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan antara Kecamatan Karangtengah melawan Kecamatan Karangawen di Stadion Sultan Fatah Demak, Minggu (1/11/2026) sore.

Kericuhan bermula ketika pertandingan memasuki menit ke-65. Saat itu, kedua tim bermain imbang 1-1. Situasi berubah panas setelah Karangawen mencetak gol melalui tendangan sepak pojok.

Gol tersebut dipersoalkan pemain Karangtengah. Mereka menilai terdapat pemain yang berada dalam posisi offside sebelum gol tercipta.

BACA JUGA:Koperasi Merah Putih di Kudus Disorot, Peneliti Ingatkan Bahaya Keuangan Tak Transparan

BACA JUGA:67 Bangunan Liar di Jogoloyo Demak Disikat, Normalisasi Saluran Dikebut Jelang Musim Hujan

Namun, asisten wasit satu yang bertugas menyatakan tidak terjadi offside. Gol pun tetap disahkan.

Keputusan itu membuat protes semakin memanas. Tidak hanya pemain, sejumlah ofisial tim Karangtengah juga ikut menyampaikan keberatan hingga situasi di lapangan tidak terkendali.

Anggota Panitia Pelaksana (Panpel) Kejurkab Piala Bupati PSSI Kabupaten Demak, Gondo Prayitno, membenarkan adanya kericuhan tersebut.

"Pertama skor 1-1, sampai menit ke-65 terus terjadi tendangan pojok dan di situ terjadi gol. Ada pemain Karangtengah yang protes kepada asisten wasit meminta offside," ungkap Gondo melalui sambungan telepon, Rabu (4/11/2026).

BACA JUGA:Sirene Menyala Bukan Berarti Bebas Ngebut, Sopir Ambulans Demak Diingatkan!

BACA JUGA:Kudus Peringkat 5 Pencegahan Korupsi se-Jateng, Sam’ani Ingatkan OPD Jangan Main-main Anggaran

Menurutnya, perangkat pertandingan telah mengambil keputusan berdasarkan penilaian di lapangan. Namun, keputusan tersebut tidak diterima oleh pihak Karangtengah.

"Tapi dari perangkat pertandingan, yaitu asisten wasit satu yang bertugas, menyatakan tidak offside dan gol itu sah. Kemudian terjadi protes berulang kali sehingga menimbulkan kerusuhan, ditambah lagi dari pihak ofisial," jelasnya.

Panitia pelaksana mengaku telah berupaya memberikan penjelasan mengenai regulasi pertandingan. Sayangnya, situasi justru semakin memanas hingga pertandingan terpaksa dihentikan pada menit ke-65.

Kategori :