KEBUMEN, diswayjateng.id – Program gentengisasi yang mendorong penggunaan genteng pada bangunan rumah menjadi peluang baru bagi industri genteng Sokka di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Program tersebut diharapkan mampu mengangkat kembali pamor genteng lokal sekaligus meningkatkan permintaan produk perajin daerah.
Salah satu pelaku usaha yang menyambut positif program tersebut adalah Genteng SKM Sokka yang berlokasi di Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, Kebumen.
Pemilik Genteng SKM Sokka, Dian atau yang akrab disapa Bu Udin, menyatakan kesiapan usahanya untuk mendukung program gentengisasi. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi kesempatan bagi para perajin untuk kembali memperkuat eksistensi genteng Sokka sebagai salah satu produk unggulan daerah.
"Menurut saya program gentengisasi ini sangat bagus dan menjadi peluang bagi perajin genteng Sokka. Harapannya, penggunaan genteng produksi lokal semakin luas sehingga produk Sokka kembali dikenal dan diminati masyarakat," ungkap Bu Udin, Rabu (4/11/2026).
BACA JUGA: 10 SPPG di Kudus Disanksi Tegas Badan Gizi Nasional! Gara-gara Lalai Laporan Dana
Ia menilai, selama ini genteng Sokka memiliki identitas yang kuat sebagai produk khas Kebumen. Dengan adanya program gentengisasi, diharapkan masyarakat semakin mengenal kualitas produk lokal dan memilih genteng produksi perajin daerah.
"Kalau permintaan meningkat tentu akan sangat membantu para perajin. Bukan hanya usaha kami yang berkembang, tetapi juga tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksinya bisa ikut merasakan dampaknya," ujarnya.
Saat ini, Genteng SKM Sokka memiliki enam mesin produksi yang digunakan untuk menghasilkan beberapa jenis genteng, di antaranya Morando, Plentong, dan Magas.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Genteng SKM melibatkan sekitar 65 karyawan, belum termasuk tenaga harian lepas. Jumlah tenaga kerja tersebut menjadi bagian penting dari keberlangsungan industri genteng yang selama ini turut menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah Klirong dan sekitarnya.
BACA JUGA: Pohon Kelapa Setinggi 30 Meter Tumbang Timpa Rumah Warga di Kebumen, Penghuni Sedang Tidur
BACA JUGA: Miliki 169 Ribu UMKM, Kebumen Bidik Ekonomi Digital Lewat Aktivasi Desa Kreatif
"Dengan enam mesin produksi yang kami miliki, kami terus berupaya menjaga kegiatan produksi agar tetap berjalan. Kami juga melibatkan cukup banyak tenaga kerja, sehingga keberlangsungan usaha ini penting bagi karyawan dan keluarga mereka," jelasnya.
Musim Hujan Jadi Tantangan Produksi
Meski menyambut peluang pasar dari program gentengisasi, para perajin masih menghadapi sejumlah tantangan dalam proses produksi. Salah satunya kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan.