DEMAK, diswayjateng.id – Perpustakaan tak lagi sekadar menjadi tempat membaca dan meminjam buku. Di Kabupaten Demak, perpustakaan mulai menghadirkan ruang belajar yang lebih luas dengan membekali masyarakat berbagai keterampilan praktis, salah satunya kemampuan berbahasa Inggris.
Melalui program English Class, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak mengajak masyarakat belajar bahasa Inggris dengan cara sederhana, praktis, dan menyenangkan.
Kali ini, pembelajaran mengangkat tema Daily Conversation with Family atau percakapan sehari-hari bersama keluarga. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak.
Kepala Dinperpusar Demak, Agung Hidayanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA:Jaga Warisan Leluhur, Warga Desa Cempaka Tegal Rutin Gelar Ritual Sakral di Mata Air Keramat
Menurutnya, perpustakaan harus mampu menghadirkan layanan yang memberikan manfaat nyata, tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan.
"Melalui program English Class ini, kami ingin memberikan ruang kepada masyarakat untuk belajar dan meningkatkan kemampuan diri. Belajar bahasa Inggris tidak harus selalu dimulai dari hal yang sulit, tetapi bisa melalui percakapan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari," kata Agung, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal berbagai kosakata dan ungkapan bahasa Inggris yang biasa digunakan ketika berkomunikasi dengan anggota keluarga.
Mulai dari percakapan dengan orang tua, saudara, hingga anggota keluarga lainnya. Peserta juga mendapatkan kesempatan mempraktikkan langsung materi yang telah dipelajari.
BACA JUGA:KPK Geledah Enam Perusahaan Terafiliasi Djarum di Kudus, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik
BACA JUGA:Buntut Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Polisi Kembalikan 17 HP, Tiga Kendaraan, dan Drone
Pembelajaran ini tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara (speaking), tetapi juga memperkaya perbendaharaan kata (vocabulary) serta membangun keberanian dan kepercayaan diri.
Agung juga berharap kegiatan literasi semacam ini dapat mendorong masyarakat untuk terus belajar dan memanfaatkan keberadaan perpustakaan.
"Harapannya, perpustakaan semakin dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang untuk mendapatkan pengetahuan, mengasah keterampilan, dan meningkatkan kompetensi yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari," lanjut Agung.