JEPARA, diswayjateng.id - Jarum jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh pagi saat sebuah layar televisi memancarkan binar keemasan, memantul ke bola mata belasan murid kelas IV SD N 1 Parang di Desa Parang, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara; termasuk salah satu pulau terluar (wilayah 3T) di Jawa Tengah.
Jumat itu, (16/10/2026), mata pelajaran PKn bermetamorfosis menjadi sebuah petualangan visual yang memikat. Sang guru tidak lagi sekadar bercerita, tetapi juga memboyong video dari YouTube ke ruang kelas lewat Smart TV, agar dapat menghidupkan kembali Burung Garuda Pancasila dalam kemegahan digital yang utuh.
Di ruangan khusus itu, kelima sila dasar negara pun terbaca jelas di sebelah kiri Sang Garuda Pancasila. Suasana kelas yang mulanya hening, langsung berubah menjadi riuh penuh energi.
Pertanyaan sang guru mengenai rahasia angka di balik helai bulu, mulai dari leher, sayap, sampai ekor "Burung Garuda" itu, disambut suara anak-anak yang berebut jawab penuh semangat, sambil mengeja kembali simbol bangsanya melalui cara yang sepenuhnya baru, berkat teknologi yang terkoneksi dengan akses internet.
BACA JUGA: Mayat Perempuan Tinggal Tulang Ditemukan di Sungai Genting Batang, Polisi Siapkan Tes DNA
BACA JUGA: Bawa Clurit untuk Rencana Tawuran Dua Geng, Delapan Remaja Diamankan Polisi di Kudus
Seorang guru dari SDN 1 Parang membantu murid-muridnya mengakses youtube ketika kegiatan outing class di dermaga barat Pulau Parang dengan menggunakan laptop yang tersambung jaringan Wi-Fi sekitar.--
"Alhamdulillah, adanya akses internet di Pulau Parang sangat membantu proses pembelajaran, baik itu di dalam atau luar ruang kelas," ujar Kepala SD N 1 Parang, Danang Supriyono, saat ditemui Disway Jateng di ruang kantor sekolah, Jumat (16/10/2026).
Danang, sapaan akrabnya, menjelaskan, jaringan internet di Pulau Parang sangat mendukung pemanfaatan televisi pintar, yang merupakan program pemerintah dengan tujuan utama untuk modernisasi serta digitalisasi proses pembelajaran di sekolah-sekolah, diantaranya membantu guru menyajikan materi dalam bentuk audio visual agar dinamis dan interaktif.
"Misalnya lewat video, animasi, ataupun presentasi digital," katanya.
Selain itu, Danang menambahkan, Smart TV yang terkoneksi jaringan internet juga bisa mendukung platform digital seperti Merdeka Mengajar, pemutaran media pembelajaran, serta asesmen berbasis digital sehingga diharap dapat membuat murid lebih fokus dan mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan.
BACA JUGA: Razia Tempat Hiburan Malam di Kudus, 26 Pemandu Lagu Dites Urine
BACA JUGA: Peringati Hari Santri 2026, Polsek Gombong Gelar Pengajian dan Sholawatan
Dari Menara BTS hingga PLTS
Seorang warga melintas dekat menara Base Transceiver Station (BTS) dari salah satu provider di Pulau Parang. --
Kaur Bagian Perencanaan Desa Parang, Ali Syafaat menyampaikan,adanya akses internet di daerahnya tidak terlepas dari pembangunan infrstruktur menara Base Transceiver Station (BTS) dari salah satu provider pada pertengahan tahun 2021.